Suara.com - RSM Indonesia, kantor akuntan publik dan konsultan mengumumkan capaiannya atas perolehan Sertifikasi Great Place To Work 2024 setelah sebelumnya meraih sertifikasi yang sama tahun lalu. Hal ini kembali mengukuhkan RSM Indonesia sebagai tempat kerja yang berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif.
Sertifikasi ini diberikan berdasarkan umpan balik dari karyawan melalui survei yang menilai berbagai aspek budaya kerja, termasuk kepercayaan, inovasi, nilai-nilai perusahaan, dan kesejahteraan karyawan.
Dalam survei yang melibatkan seluruh staf RSM Indonesia, sebanyak 78% karyawan menyatakan bahwa mereka merasa diterima dengan baik sejak hari pertama bekerja. Hasil ini menyoroti pendekatan RSM Indonesia yang menempatkan kualitas hubungan kerja dan inklusi sebagai prioritas utama dalam strategi bisnis mereka.
“Kami sangat bangga menerima sertifikasi Great Place to Work,” kata Amir Abadi Jusuf, Chief Executive Partner RSM Indonesia dalam keterangan resminya dikutip Senin (9/9/2024).
“Penghargaan ini adalah bukti dedikasi kami untuk membangun budaya kerja yang menghargai setiap individu dan mendorong kolaborasi serta inovasi. Kami berterima kasih kepada seluruh karyawan kami yang telah berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang luar biasa ini,” lanjutnya.
Great Place To Work® merupakan lembaga global yang telah berdiri lebih dari tiga dekade dengan kantor pusat di Amerika Serikat, berfokus pada riset dan penilaian budaya serta lingkungan kerja di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Sertifikasi ini diberikan setelah evaluasi menyeluruh terhadap persepsi karyawan mengenai manajemen, rekan kerja, serta pekerjaan dan tempat kerja.
Amir menegaskan bahwa sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan employee experience, RSM Indonesia telah mengimplementasikan berbagai inisiatif, termasuk program pengembangan karir, pendidikan berkelanjutan, dan kegiatan tim yang memperkuat hubungan antar karyawan.
“Kami berkomitmen untuk terus menciptakan ruang kerja dimana setiap karyawan merasa dihargai dan didorong untuk berinovasi. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutup Amir.
Baca Juga: Adu Harga Pasar Skuad Timnas Indonesia vs Australia Tanpa Mees Hilgers, Mana Lebih Mahal?
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah