Suara.com - Langkah penguatan sektor pangan nasional perlu didukung keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dapat diandalkan dalam menjalankan program-program ketahanan pangan pemerintah. Untuk itu, tren pertumbuhan pendapatan dan aset Holding BUMN Pangan menjadi hal penting yang harus terus didorong guna memastikan profitabilitas dan keberlanjutan ujung tombak industri pangan tersebut tetap terjaga.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD Sis Apik Wijayanto, usai melaksanakan Kick off Implementasi Kebijakan Tata Kelola Terintegrasi ID FOOD Group di Jakarta. Menurutnya, keberadaan Holding BUMN Pangan berperan penting sebagai ujung tombak atau eksekutor program-program strategis pangan, seperti pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan dari tingkat petani di hulu hingga konsumen di hilir.
“Holding BUMN Pangan yang sehat menjadi kunci bagi keberhasilan program pangan pemerintah. Maka dari itu, ID FOOD berkomitmen terus meningkatkan pertumbuhan kinerjanya melalui tata kelola dan inovasi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sis Apik mengatakan, jelang 3 tahun pasca terbentuk pada tahun 2022 lalu, kinerja ID FOOD semakin membaik. Pada kinerja tahun buku 2023, ID FOOD berhasil kembali mencatatkan pertumbuhan aset dari Rp 28 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 29 triliun di tahun 2023.
Capaian tersebut menandai tren pertumbuhan aset ID FOOD sejak tahun 2020, dimana pada periode tahun 2020-2023 aset perusahaan konsisten meningkat dengan pertumbuhan rata-rata 14%.
"Adapun rekor pertumbuhan aset paling tinggi terjadi pasca konsolidasi aset Holding BUMN Pangan, dengan peningkatan aset sebesar 48% atau naik dari Rp 14,4 triliun menjadi Rp 27,8 triliun,” jelasnya.
Pertumbuhan aset pasca tersebut, menurut Sis Apik, menandai semakin meningkatnya portofolio bisnis pangan dan non pangan ID FOOD. Dari yang sebelumnya bergerak di industri gula, kelapa sawit, teh, perdagangan dan distribusi, karung plastik, dan alat kesehatan, ID FOOD menambah daftar portofolio bisnis baru yang sangat strategis pasca holding, seperti lini pertanian, peternakan, perikanan, garam, dan logistik.
“Penambahan portofolio tersebut didukung dengan pertambahan fasilitas dan aset strategis yang dikelola dan dikembangkan perusahaan. Ini tentunya menjadi modal yang sangat penting untuk memperkuat peran perusahaan dalam menjalankan dan mendukung program-program pangan strategis untuk ketahanan pangan,” terangnya.
Disebutkannya, saat ini, ID FOOD diperkuat oleh sejumlah fasilitas bisnis seperti 6 pabrik gula, 3 pabrik crude palm oil (CPO), 2 pabrik teh, 15 penggilingan padi, 11 peternakan sapi dan unggas, 3 pabrik garam, 6 pelabuhan perikanan, 1 pabrik pakan ikan, 7 galangan kapal, 2 pabrik kemasan karung plastik, 1 pabrik alat kesehatan, dan lebih dari 80 kantor cabang distribusi dan perdagangan serta pergudangan.
Baca Juga: Harga Beras Kok Mahal? Jokowi Buka-bukaan Perhitungannya
“Pengembangan aset dan fasilitas bisnis ini juga secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja positif dan pertumbuhan laba bersih ID FOOD,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, sampai dengan semester I tahun 2024, ID FOOD telah berhasil mencatatkan pertumbuhan aset menjadi Rp 30 triliun, meningkat dari capaian Rp 29 triliun pada kinerja tahun buku 2023.
“Kami harap pembenahan dan penguatan Holding BUMN Pangan ID FOOD yang masih terus berjalan ini menjadi signal positif bagi upaya pemerintah yang tengah gencar melakukan pembenahan sektor pangan diberbagai lini,” ujarnya.
Pihaknya memastikan, ID FOOD siap menjadi bagian sebagai eksekutor program-program strategis pangan yang disiapkan dan dijalankan pemerintah.
“Untuk mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional kami siap bersinergi dengan memberdayakan aset-aset yang dimiliki perusahaan,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?