Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mau memangkas lagi jumlah perusahaan pelat merah jelang akhir kepemimpinannya. Dirinya ingin mengurangi jumlah BUMN yang tadinya 47 menjadi 30 perusahaan pelat merah.
Selama ini, Erick juga telah mengurangi jumlah BUMN yang berjumlah ratusan sebelum dirinya menjadi menteri.
"Waktu itu kita menurunkan jumlah BUMN dari 112 ke 47, dan alhamdulillah dari 47 tinggal 7 yang rugi, yang 40 sudah bagus. Tetapi apakah jumlah yang 47? Enggak, turunkan lagi, saya selalu bilang jumlahnya mungkin ke depan 30," ujarnya di Jakarta yang dikutip Selasa (1/10/2024).
Ketua Umum PSSI ini menjelaskan, Presiden Terpilih ingin BUMN sektor-sektor hotel hingga rumah sakit jadi perusahaan swasta. Akan tetapi, Erick akan mempertahankan BUMN-BUMN yang fungsinya strategis.
"Tinggal kita menjaga seperti yang memang ada unsur strategisnya, dan memang himbaranya penting, karena himbara itu 92 persen pinjaman UMKM, Ultramikro itu dari himbara, tidak dari private bank atau bank asing," ucap dia.
Erick Thohir juga menginginkan, BUMN ke depan bisa berkolaborasi dengan perusahaan swasta. Jangan, justru malah bersaing, sehingga membuat inovasi itu terhambat.
"Tentu di sini-sini lain, kita coba dorong bagaimana konektivitas untuk bisa menjadi solusi ekonomi masa depan kita, yaitu misalnya ekonomi digital, para wisata itu menjadi sebuah integrasi dengan BUMN, dengan Telkom, dengan macam-macam ini yang kita jaga," terang dia.
"Jadi ya spesifik ini sejalan, dan memang sejak awal Pak Jokowi juga mendorong konsolidasi, karena itu ya kita buka selebar-lebarnya transformasi yang ada," pungkas Erick.
Baca Juga: Emiten Semen SMGR Gencarkan Inisiatif Dekarbonisasi untuk Hasilkan Semen Hijau
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Kementerian UMKM Terbitkan Permen Verifikasi WIUP Prioritas bagi UKM
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
-
Tinjau Banjir Aek Garoga, Menteri PU Dorong Normalisasi Sungai hingga Sabo Dam
-
PGN dan REI Kolaborasi Bangun Jaringan Gas di Proyek Properti Nasional
-
Gaspol Tangani Pascabencana Aceh, Menteri PU: Tak Boleh Ada Daerah Terisolir
-
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
-
Targetkan Pertumbuhan 2026, Avrist Assurance Perkuat Sinergi Lintas Lini Bisnis
-
Dihantui Ancaman 'Perang', Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan
-
Daftar Saham di BEI yang Meroket Usai Harga Emas Dunia Tembus 5.000 Dolar
-
Askrindo Akselerasi Transformasi Bisnis dan Digital Demi Perkuat Ekosistem UMKM