Suara.com - Muliaman Darmansyah Hadad atau Muliaman Hadad ditunjuk oleh Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Muliaman sendiri merupakan sosok yang sudah dikenal luas di dunia perbankan dan regulasi keuangan Indonesia.
Muliaman Hadad lahir di Bekasi pada 3 April 1960. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, lulus pada 1984. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di John F. Kennedy School of Government, Harvard University, dan mendapatkan gelar Master of Public Administration pada 1991. Pada 1996, ia meraih gelar Ph.D. dari Monash University di Australia
Karier di Dunia Keuangan dan Pemerintahan
Muliaman memulai kariernya di Bank Indonesia pada 1986, hingga akhirnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada 2006-2011 dan 2011-2012. Ia kemudian diangkat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2012 hingga 2017, peran yang sangat strategis dalam mengawasi sektor jasa keuangan di Indonesia. Setelah masa jabatannya di OJK, ia ditunjuk sebagai Duta Besar Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein, posisi yang ia emban dari 2018 hingga 2023
Selain itu, Muliaman juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di beberapa perusahaan besar, termasuk PT Bank Syariah Indonesia Tbk. dan Komisaris Independen Astra International
Kekayaan Muliaman Hadad
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2017, Muliaman Hadad tercatat memiliki total kekayaan sekitar Rp 39,14 miliar, yang terdiri dari tanah, bangunan, dan alat transportasi.
Sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Muliaman memegang peran penting dalam mengelola investasi strategis untuk Indonesia. Danantara diproyeksikan sebagai superholding yang akan menangani berbagai investasi penting di bawah pengelolaan pemerintah.
Dikutip dari Antara, sebagai penanggung jawab Badan Danantara, Muliaman Hadad akan langsung berada di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang merujuk konsep seperti Temasek Holdings Limited yaitu badan usaha milik negara di Singapura.
Baca Juga: Adu Rekam Jejak Dody Hanggono vs Pak Bas, Mampukah Teruskan Kiprah Menteri PU?
Kemudian, keberadaan Indonesia Investment Authority (INA) dalam struktur Danantara, menjadi salah satu fokus, yang mana model pengelolaan yang profesional menjadi salah satu fokus utama, di mana fungsi-fungsi Public Service Obligation (PSO) atau Kewajiban Pelayanan Publik akan dilepaskan.
Muliaman pernah dimintai keterangan oleh KPK berkaitan dengan kasus korupsi Bank Century selaku mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada