Suara.com - Saat ini, jenis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi salah satu tulang punggung kemajuan ekonomi di Indonesia. Semua pelaku bisnis di sektor ini pasti pasti ingin perusahaannya terus mengalami peningkatan.
Untuk menjadi besar, UMKM naik kelas harus siap untuk bersaing di nasional, atau bahkan internasional.
Terhubungnya produk lokal dan UMKM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dengan konsumen secara luas, baik nasional maupun internasional merupakan kunci agar produk Indonesia dapat naik kelas.
Ada banyak cara agar UMKM milik kamu bisa dikenal konsumen secara luas, salah satunya adalah mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025. Di event ini berbagai produk UMKM terbaik dapat memperluas jangkauan pasar mereka dan mempertemukan mereka dengan potential buyer internasional.
Kali ini event tersebut akan menghadirkan beberapa kategori yang bisa dikuti oleh para UMKM diantaranya Home Décor & Craft, Food & Beverage, Accessories & Beauty, Fashion & Wastra, Healthcare/Wellness.
Pendaftaran UMKM sendiri sudah dibuka mulai tanggal 20 September 2024 lewat website https://brilianpreneur.com/ dan pendaftaran di tutup tanggal 30 Oktober 2024.
Cara daftar BRI UMKM EXPO(RT) 2025
* Kunjungi https://brilianpreneur.com
* Registrasi dengan klik : “Klik di Sini Untuk Mendaftar”
* Setelah muncul laman registrasi, kemudian klik : “Mulai Proses Pendaftaran”
Baca Juga: BSD City: Peluang Emas Investasi Properti di Masa Depan
* Mengisi Form “Biografi” ,” Detail Usaha” dan “Detail Produk”
* Jika semua form telah terisi klik “kirim” kemudian klik “oke”, muncul informasi pendaftaran berhasil.
Direktur Commercial, Small and Medium Business BRI, Amam Sukriyanto menyampaikan bahwa BRI UMKM EXPO(RT) merupakan komitmen BRI untuk mendukung UMKM bersaing di pasar global.
“Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan bertemu dengan potensial buyer internasional. BRI berkomitmen memajukan UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, dan akses ke pasar global,” ucap Amam.
Adapun tema BRI UMKM EXPO(RT) 2025 adalah “Broadening MSME’s Global Outreach” yang diartikan sebagai upaya mendorong UMKM untuk lebih terlibat dalam pasar internasional, meningkatkan daya saing UMKM serta mendapatkan peluang bisnis baru di berbagai belahan dunia.
Event ini menjadi perwujudan komitmen BRI untuk meningkatkan social value creation dengan berperan aktif dalam mendorong kemajuan, peningkatan kapabilitas serta kualitas UMKM di Indonesia.
Berita Terkait
-
Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun
-
BRI Kantongi Laba Rp45,36 Triliun di Triwulan III-2024
-
Mulai Logam Mulia Sampai Mystery Ball Box dari BRImo Menanti Para Pencinta Fashion di USS 2024
-
KPR BRI Property Expo Goes to Sinarmas Land: Miliki Hunian Idaman dengan Penawaran Menarik
-
Lagi Cari Hiburan Buat Isi Waktu Kosong? Tanya Sabrina Saja yang Punya Rekomendasi Merchant Terdekat
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?