Suara.com - Belakangan ini, beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjadi sorotan setelah Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap penggunaan dana LPDP. Evaluasi ini mencakup analisis berbasis data mengenai pengeluaran dan manfaat yang diperoleh.
"Perlu kita tinjau kembali alokasi dana LPDP, terutama apakah penggunaan dana saat ini, seperti untuk program magister, sudah optimal," ungkap Stella, dikutip dari Antara.
Stella menambahkan bahwa hasil temuan dan rekomendasi terkait LPDP akan segera disampaikan untuk memastikan penggunaan dana tersebut lebih transparan.
Beasiswa LPDP banyak disorot publik di media sosial baru-baru ini usai ramai dugaan banyaknya lulusan LPDP yang enggan kembali ke Indonesia. Beberapa bahkan dituduh sengaja tinggal di luar negeri untuk mencari penghidupan lebih baik dengan memanfaatkan LPDP.
Beasiswa LPDP dikenal luas karena memberikan pembiayaan penuh kepada mahasiswa yang terpilih. Pembiayaan ini mencakup biaya keberangkatan, pendidikan, penelitian, tunjangan buku, biaya hidup, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Sehingga, penerima beasiswa LPDP yang belajar di luar negeri diwajibkan untuk kembali ke Indonesia dan akan dikenakan sanksi jika tidak memenuhi kewajiban tersebut. Hal ini dikarenakan dana LPDP berasal dari berbagai sumber keuangan negara.
Sumber Dana LPDP
Beasiswa LPDP bersumber dari Dana Abadi Pendidikan yang bernilai triliunan rupiah dan terus bertambah setiap tahun. Dana ini dikelola oleh LPDP dengan sifat abadi untuk menjamin keberlanjutan program pendidikan bagi generasi mendatang dan tidak dapat digunakan untuk belanja.
Berikut adalah beberapa sumber dari Dana Abadi Pendidikan:
Baca Juga: Apa Itu Beasiswa Erasmus Mundus? Program Studi S2 ke Eropa
1. Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN)
DPPN termasuk dana alokasi dari tahun-tahun sebelumnya yang dikelola oleh LPDP.
2. Investasi
Dana Abadi Pendidikan juga berasal dari hasil investasi yang dilakukan oleh LPDP. Investasi ini dapat berupa surat berharga baik jangka pendek maupun jangka panjang, baik di dalam maupun luar negeri. Dalam pengelolaan dana, LPDP dapat bekerja sama dengan pihak ketiga dengan tetap mengedepankan praktik bisnis yang sehat dan risiko yang terkelola.
3. Dana Sumber Lain
Selain itu, Dana Abadi Pendidikan juga dapat berasal dari hibah, kerja sama dengan pihak lain, pendapatan dari alih teknologi hasil riset, serta royalti atas hak paten. Ini termasuk dana dari pihak ketiga dan dana perwalian baik domestik maupun internasional sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?