Suara.com - Kemenangan Donald Trump dalam Pemilu Amerika Serikat 2024 telah mendorong harga Bitcoin mencapai rekor tertingginya. Apa hubungan antara pencapaian harga Bitcoin yang tinggi dengan kemenangan politisi Partai Republik ini? Mari kita simak penjelasannya di sini.
Donald Trump meraih 312 suara electoral, melampaui batas minimum yang ditetapkan yaitu 270 suara. Ia mengumumkan kemenangannya pada 6 November 2024.
Kemenangan ini memberikan dampak positif bagi pasar cryptocurrency, sehingga harga Bitcoin melonjak hingga mencapai rekor tertinggi.
Setelah Trump mengumumkan kemenangannya, harga Bitcoin pada Rabu, 13 November 2024, menembus angka 93.000 dolar AS per keping. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Bitcoin melampaui level 80.000 dolar. Sebelumnya, rekor tertinggi Bitcoin berada di angka 73.797 dolar AS pada Maret 2024.
Faktor Penyebab Rekor Tertinggi Bitcoin
Salah satu faktor yang mendorong harga Bitcoin ke rekor tertinggi adalah harapan investor bahwa Trump akan membawa perubahan regulasi yang lebih mendukung untuk pasar kripto. Dulu, Trump dikenal sebagai penentang kripto, namun kini ia beralih untuk mendukung industri tersebut. Dalam kampanyenya, Trump berjanji akan menciptakan cadangan Bitcoin yang strategis dan menunjuk regulator keuangan yang pro-kripto.
Agenda lebih luas dari Trump mencakup pemotongan pajak dan pengurangan regulasi bagi bisnis. Ia juga mendorong peningkatan investasi lainnya setelah memenangkan pemilu.
Di Indonesia, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappeti) telah melegalkan Bitcoin dan beberapa cryptocurrency lainnya sejak tahun 2019. Regulasi mengenai legalitas Bitcoin dan cryptocurrency di Indonesia tercantum dalam Peraturan Bappeti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.
Para pelaku pasar Bitcoin di Indonesia, seperti CEO Indodax, percaya bahwa pencapaian rekor harga Bitcoin ini menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Bitcoin sebagai aset digital.
Baca Juga: Rekor Baru Harga Bitcoin Rp 1,2 Miliar, Dampak Pemilu AS dan Ketertarikan Institusional
Pencapaian ini juga membuka peluang bagi Bitcoin untuk mencapai harga yang lebih tinggi jika didukung oleh berbagai faktor, termasuk realisasi janji kebijakan Donald Trump saat menjabat sebagai Presiden AS.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
PMSol Mantap Ekspansi Solusi Maritim Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu
-
Produksi Minyak RDMP Balikpapan Tetap Jalan Setelah Dapat Pasokan Gas dari Pipa Senipah
-
Saham-saham Komoditas Jadi Penyelamat, IHSG Kembali ke Level 8.948