- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dari APBN 2026.
- Pemerintah mengalokasikan anggaran MBG senilai Rp 335 triliun, dengan pembayaran di awal sebelum proses produksi makanan.
- Program MBG diperkirakan menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja dan memberikan efek signifikan pada pertumbuhan ekonomi.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman dari sisi pendanaan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan anggaran besar melalui APBN untuk menjamin keberlanjutan program tersebut.
Hal itu disampaikan Airlangga saat memberikan keterangan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2025). Ia menyebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran MBG sebesar Rp 335 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
"Dan jaminannya itu APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp 335 triliun, jadi aman," ujar Airlangga.
Menurutnya, kehadiran dunia usaha, termasuk Kadin, menjadi faktor penting dalam menopang pelaksanaan MBG. Ia mengapresiasi, keterlibatan Kadin yang telah berpartisipasi langsung dalam pengelolaan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Airlangga menyoroti kontribusi Kadin yang ikut mengelola sekitar 1.000 dapur dari total 30 ribu dapur MBG yang direncanakan. Partisipasi tersebut dinilai memperkuat ekosistem program sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan pangan di tingkat akar rumput.
Ia menjelaskan, model bisnis SPPG dalam program MBG juga dinilai sehat. Skema pembayaran dilakukan di awal sebelum proses produksi makanan berjalan, sehingga arus kas pengelola dapur relatif terjaga.
"Dan bisnis model SPPG ini luar biasa. Karena dibayar di awal, baru memproduksi. Sehingga sebetulnya cash flow-nya bagus," kata Airlangga.
Airlangga mengungkapkan, dari hasil pemantauan pemerintah, sejumlah pengelola dapur MBG yang telah berjalan bahkan berencana menambah unit baru. Di beberapa daerah, minat masyarakat untuk terlibat dalam pendirian SPPG juga terus meningkat.
Ia mencontohkan, di wilayah Lamongan, muncul inisiatif masyarakat secara berkelompok untuk mendirikan SPPG. Hal ini menunjukkan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026, Ada Diskon Tiket Pesawat
Dari sisi besaran anggaran, Airlangga menyebut dana Rp 335 triliun tersebut akan mengalir secara bertahap. Per kuartal, nilai belanja MBG diperkirakan bisa mencapai hampir Rp 80 triliun.
Ia membandingkan, stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah pada kuartal pertama tahun lalu nilainya berada di kisaran Rp 37 triliun. Dengan nilai MBG yang hampir dua kali lipat per kuartal, efek pengganda terhadap perekonomian dinilai sangat signifikan.
Airlangga memperkirakan, implementasi penuh program MBG berpotensi menyerap hingga 3 juta tenaga kerja. Serapan tenaga kerja tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kalau program ini meluncur di grassroot Rp 80 triliun tentu mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter
-
Usaha Mining Bitcoin Milik Donald Trump Rugi Besar
-
IHSG Melemah Sepekan, Saham BUMI Jadi Salah Satu Faktor
-
Realisasi Penjualan CLEO Kuartal III 2023 Capai Rp2,09 Triliun
-
Perang Timur Tengah: Sejumlah Penerbangan di Bandara Soetta Resmi Dibatalkan
-
Harta Kekayaan Riva Siahaan, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga
-
Harga Emas Stabil di Pegadaian, Bertahan Kisaran 3 Jutaan pada 1 Maret 2026
-
Analis Prediksi Harga Minyak Awal Maret: Tidak Lagi Menyala, Namun Terbakar!
-
Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Diprediksi Naik Dua Kali Lipat!