- IHSG ditutup menguat 0,72 persen pada Selasa, 13 Januari 2026, ditahan oleh kenaikan komoditas meski ada ketidakpastian pasar.
- Rupiah melemah terhadap dolar AS menjadi Rp16.877, didorong permintaan aset *safe haven* akibat ketidakpastian global.
- Pemerintah memastikan realisasi B40 tahun ini, yang berpotensi positif bagi fundamental saham sektor kelapa sawit.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, meski pergerakannya berlangsung fluktuatif sepanjang sesi.
IHSG berakhir di level 8.948 atau naik 0,72 persen, seiring sentimen pasar yang masih cenderung mixed.
Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya mengemukakan, meningkatnya ketidakpastian baik dari dalam negeri maupun global menjadi faktor penekan pergerakan IHSG.
Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas mampu menahan tekanan tersebut dan mendorong penguatan saham-saham berbasis komoditas.
Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan tanda-tanda konsolidasi. Histogram positif pada indikator MACD tercatat mulai menyempit, sementara Stochastic RSI bergerak menurun ke arah area pivot. Kondisi ini mengindikasikan potensi pergerakan terbatas dalam jangka pendek.
IHSG diperkirakan masih akan bergerak konsolidatif di rentang 8.840–9.000. Selama indeks belum mampu ditutup di atas level resistance 9.000, peluang penguatan diperkirakan masih terbatas.
Sementara itu, koreksi dinilai masih wajar selama IHSG tidak ditutup di bawah level support 8.730, dengan pivot berada di area 8.900.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah kembali melemah di pasar spot. Rupiah ditutup di level Rp16.877 per dolar AS, sejalan dengan penguatan indeks dolar AS dan melemahnya mayoritas mata uang Asia. Eskalasi ketidakpastian global mendorong peningkatan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Dari sentimen domestik, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memastikan program mandatori campuran Bahan Bakar Nabati (BBN) biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40 persen (B40) pada bahan bakar solar akan direalisasikan tahun ini. Sementara itu, kebijakan B50 masih dalam tahap kajian dan diharapkan siap diimplementasikan pada paruh kedua 2026.
Baca Juga: Jumlah Investor Ritel BUMI Melejit saat Chengdong Lepas Miliaran Lembar Saham
Penerapan B40 dan rencana B50 dinilai berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung pengembangan energi bersih. Kebijakan ini juga diperkirakan memberikan sentimen positif bagi fundamental saham-saham di sektor perkebunan kelapa sawit atau CPO.
Dari eksternal, pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi penting. Dari China, investor menanti data neraca perdagangan (trade balance) Desember 2025 yang diperkirakan mencatat surplus sebesar USD 105 miliar, turun dari USD 111,68 miliar pada November 2025.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 60,53 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 33,47 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,75 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 359 saham bergerak naik, sedangkan 349 saham mengalami penurunan, dan 251 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, SOLA, ASPR, IFSH, SOTS, SKBM, SOHO, INDS, NICK, SSTM, MBMA, WEHA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja
-
Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk
-
Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi
-
BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026