Suara.com - Program pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs), tidak hanya diupayakan oleh perusahaan-perusahaan besar saja. Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan bahwa badan usaha koperasi juga ikut berpartisipasi memperjuangkan program tersebut.
"Kami memberikan dukungan penuh atas tujuan kegiatan SGDs untuk mencapai kemakmuran masyarakat dan juga untuk mencapai kelestarian lingkungan, khususnya di dalam kawasan desa. Kegiatan ini juga sedang diperjuangkan oleh badan usaha koperasi, sebagai jalan untuk mendukung perekonomian nasional," ujar Ferry dalam sambutannya dalam acara Indonesia SDGs Awards (ISDA) 2024, di Jakarta, yang dikutip, Selasa (3/12/2024).
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN / Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali, menyampaikan bahwa Indonesia terus memperkuat komitmen terhadap pencapaian SDG, yang menjadi salah satu kerangka utama pembangunan nasional, untuk memastikan keseimbangan antara Pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan.
"Ini sejalan dengan pemerintah untuk menghilangkan ketimpangan dan penghapusan kemiskinan yang ada di Indonesia," kata dia.
ISDA 2024 diikuti 220 program dari 120 perusahaan, dan 14 perseorangan tingkat CEO dan executive. Penilaian yang dilakukan adalah berdasarkan berdasarkan tujuh belas program pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Di ajang ISDA 2024 yang bertemakan “Toward Sustainable of Business Excellence,” PT Kideco Jaya Agung (Kideco), anak perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk, memperoleh lima penghargaan tingkat Platinum dari lima program yang diajukan.
Program tersebut terkait dengan Peningkatan Kompetensi Karyawan Dalam Menunjang Bisnis Perusahaan Secara Berkelanjutan, Cegah dan Tangani Stunting, DREAMS (Kideco Cares for Diffabled Communities), I Reborn Sebagai Inovasi Program Preventif dan Promotif Dalam Peningkatan Tingkat Kesehatan Karyawan, serta Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Berkelanjutan.
Karena capaian Tingkat Platinum tersebut, Kideco mendapatkan penghargaan The Most Committed Corporate to SDGs on Social Pillar. Selain penghargaan untuk program yang dijalankan, Kideco juga menerima penghargaan terbaik untuk kategori Direksi, yang diberikan kepada Wakil Direktur Legal and Corporate Affairs Kideco, Erlangga Gaffar.
Direktur Legal and Corporate Affairs Kideco, Arif Kayanto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu tercapainya tujuan program pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Bantu UMKM Stagnan, Pemerintah Gandeng Deddy Corbuzier cs Lewat UMKM Insight 2025
"Capaian ini adalah hasil kinerja dan dedikasi Kideco dalam melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) di masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan. Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk berbuat lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat," imbuh Arif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai