Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menggelar Naker Fest Jakarta di Gedung Kemnaker, Jakarta, pada tanggal 13-14 Desember 2024.
Acara yang mengusung tema “Creating More and Better Jobs”, tersebut bertujuan memfasilitasi pertemuan pencari kerja dengan perusahaan, memotivasi tenaga kerja menjadi talenta yang aktif dalam pengembangan karier dan keterampilan, memperkenalkan masyarakat kepada UMKM melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo sebagai ajang promosi dan jejaring bisnis, serta mempromosikan pentingnya pelatihan vokasi dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas nasional.
"Naker Fest adalah bentuk komitmen Kemnaker untuk mendekatkan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk mengembangkan diri dan meningkatkan daya saing," ujar Kepala Biro Humas Kemnaker, Sunardi Manampiar Sinaga, Rabu (11/12/2024).
Naker Fest menghadirkan puluhan ribu lowongan pekerjaan, baik secara offline maupun online. Selain job fair, pengunjung juga dapat menikmati rangkaian kegiatan menarik, seperti Festival Pelatihan Vokasi, TKM Expo, Talent Talks bersama Raffi Ahmad, dan Smart Class.
Naker Fest juga menyediakan berbagai layanan ketenagakerjaan, seperti Informasi Hubungan Industrial & Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Konsultasi Norma Kerja dan K3, Pemeriksaan Kesehatan & Manajemen Stres, Layanan Satu Data, serta Penyuluhan Bimbingan Jabatan, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Sunardi menyampaikan jika Menaker Prof Yassierli menginginkan acara ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan tenaga kerja berkualitas, karena kolaborasi antara Pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat merupakan inti dari pertumbuhan ekonomi bangsa.
"Melalui kegiatan seperti TKM Expo dan Festival Pelatihan Vokasi, kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mengenali potensi diri dan mempelajari keterampilan baru," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa acara ini terbuka untuk umum dan gratis. "Kami mengundang masyarakat, terutama pencari kerja, untuk memanfaatkan kesempatan penting ini," ajaknya
Baca Juga: Apa Pekerjaan Frans Faisal? Kakak Fuji Ternyata Punya Jabatan Bergengsi di Perusahaan Ini
Berita Terkait
-
Cek Sekarang! Pemenang Lomba Video Pendek Hari Jalan 2024
-
Abu Janda Kerja Apa? Ogah Gantikan Gus Miftah Jadi Pejabat karena Gajinya Lebih Besar 3 Kali Lipat
-
Pekerjaan Tiko Aryawardhana Sekarang, BCL Sebut Suaminya Bekerja Tanpa Lelah
-
Garuda Management Development Program 2024 Dibuka, Lowongan Kerja di BUMN Syarat S1 Semua Jurusan
-
Profil Dino Patti Djalal, Eks Jubir SBY yang Kritik Keras Staf Khusus Punya Pekerjaan di Swasta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri