Suara.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menggelar sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata di SD Barunawati III dan IV, Jakarta Utara. Program ini bertujuan mendorong sekolah berwawasan lingkungan dengan menanamkan kebiasaan peduli terhadap lingkungan hidup sejak dini.
Group Head Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pelindo, Ardhy Wahyu Basuki, menekankan pentingnya kesadaran lingkungan sebagai investasi jangka panjang. “Sekolah adalah tempat terbaik untuk menanamkan budaya peduli lingkungan. Ini bukan hanya soal ruang kelas yang hijau, tetapi juga membangun karakter generasi muda,” ujar Ardhy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/12/2024).
Sosialisasi Program Sekolah Adiwiyata di SD Barunawati III ini dihadiri oleh para guru dan siswa. Pelindo memberikan pemaparan tentang ‘Sekolah Ramah Lingkungan’. Usai pemaparan peserta diajak berdiskusi tentang tantangan dan langkah praktis menerapkan konsep Sekolah Adiwiyata. Kegiatan ini merupakan awal dari rangkaian panjang Program Sekolah Adiwiyata Pelindo tahun 2024-2025.
Program Sekolah Adiwiyata merupakan bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo. Tiga fokus utama program TJSL adalah pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Lewat program ini, Pelindo berupaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's), terutama tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.
Departmen Head Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pelindo, Febrianto Zenny menyampaikan bahwa Sekolah bisa menjadi contoh praktik kecil dalam merespons isu perubahan iklim. Mulai dari pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga efisiensi energi.
“Aksi perubahan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim bisa dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekolah,” kata Zen.
Pelindo berharap program ini menjadi pemantik gerakan peduli lingkungan di sektor pendidikan.
“Dari sekolah, kita bisa menciptakan kebiasaan baik yang berdampak jangka panjang. Program Adiwiyata bukan sekadar upaya penghijauan, melainkan langkah konkret untuk membentuk kesadaran kolektif siswa siswi sejak dini. Pelindo memandang sekolah sebagai laboratorium kecil untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain di SD Barunawati III Jakarta, Program Sekolah Adiwiyata juga diadakan oleh Pelindo di beberapa sekolah lainnya, termasuk di Surabaya.
Baca Juga: Sekolah Jadi Medan Perang, Siswa Tembak Guru dan Temannya di Amerika Serikat
Ardhy berharap, sosialisasi ini menjadi langkah konkret membentuk kesadaran kolektif untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Dukung Net Zero Emission, Kilang Balikpapan Resmi Produksi BBM Standar Euro 5
-
Kerugian Ekologis dan Ancaman Ekonomi: PETI Jadi Pemicu Utama Banjir Bandang di Pohuwato
-
Suara.com Terima Penghargaan di Ajang Indonesia Rising Stars Award 2026
-
Kapasitas Naik Jadi 727 MW, PGE Kejar Target 1,8 GW pada 2033
-
Bitcoin Menguat ke USD97.000, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto
-
Kementerian PU Targetkan Pengungsi Aceh Keluar Tenda Sebelum Ramadan
-
Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik
-
Lewat MVP PNM, 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu Sebagai Pahlawan Keluarga
-
Banjir Putus Jalur KA PekalonganSragi, Sejumlah Perjalanan Dialihkan dan Dibatalkan
-
Menteri PU Dody Hanggodo: Pemulihan Pascabencana Sumatera Paling Cepat 2 Tahun!