- Menhub mengusulkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) sebagai strategi Kementerian Perhubungan untuk mengurai kemacetan arus mudik dan balik.
- Presiden telah menyetujui lima hari penerapan WFA, yaitu 16-17 Maret untuk mudik dan 25-27 Maret untuk arus balik.
- Penerapan WFA diperkirakan mengurangi volume pergerakan signifikan, mencegah penumpukan signifikan pada puncak keberangkatan awal.
Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengusulkan kembali kebijakan bekerja di mana saja atau Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement selama arus mudik. Menurutnya, kebijakan ini jadi taktik Kementerian Perhubungan untuk urai kemacetan arus mudik dan balik.
Apalagi, usulan kebijakan ini sudah mendapat lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto, di mana ada lima hari WFA saat mudik dan arus balik.
"Untuk arus mudik, kami mengusulkan dan sudah disetujui oleh Bapak Presiden adalah 16 dan 17 Maret untuk arus mudik dan untuk arus balik adalah 25, 26, dan 27 Maret," ujar Dudy dalam konferensi pers di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, Kemenhub telah menganalisa kebijakan WFA tersebut. Hasilnya, tanpa WFA arus mudik akan mulai padat pada 16 Maret dengan pergerakan sekitar 21,2 juta orang dan pada 18 Maret dengan jumlah pergerakan sekitar 22 juta orang.
"Dengan penerapan WFA, jumlah tersebut diperkirakan dapat berkurang menjadi sekitar 18,9 juta pada 16 Maret dan sekitar 15,6 juta pada 18 Maret," bebernya.
Meski bisa kepadatan bisa diredam, Menhub meminta semua pihak waspada terhadap gelombang lonjakan pergerakan secara tiba-tiba.
"Jumat (13/3/2026) itu sudah mulai terjadi pergerakan. Kalau kita tidak berlakukan WFA itu ada sekitar 4,4 juta pergerakan, tapi setelah berlaku WFA ada peningkatan hampir sembilan juta, jadi hampir 100 persen peningkatan pada Jumat," ucapnya.
Menhub menambahkan, dengan keleluasaan ini, masyarakat punya banyak pilihan untuk melakukan mudik dan arus balik, sehingga tidak bertumpu pada hari libur dan cuti bersama.
"Dengan kita mendistribusikannya lewat WFA maka menjadi tersebar sehingga tidak akan diharapkan tidak akan terjadi penumpukan," pungkasnya.
Baca Juga: DAMRI Kerahkan 1.800 Bus, Bidik 2,7 Juta Penumpang Mudik Lebaran 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan