- DAMRI buka rute langsung Jakarta-Denpasar mulai Rp590 ribu untuk angkutan mudik Lebaran 2026.
- Layanan tahap uji coba ini berangkat tiap Jumat dari Jakarta dan Minggu dari Denpasar.
- Tarif tiket bus diprediksi naik 10-20% saat periode puncak mudik hari raya.
Suara.com - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi jalan, Perum DAMRI, resmi mengekspansi jaringan bisnisnya dengan membuka rute bus langsung (direct) Jakarta–Denpasar, Bali. Langkah strategis ini diambil guna menangkap potensi lonjakan penumpang menjelang periode mudik Lebaran 2026.
Vice President Komersial DAMRI, Teguh Aditya Dharma mengungkapkan, layanan ini merupakan bagian dari pengembangan konektivitas antar-pulau yang dioperasikan tanpa transit. Saat ini, rute tersebut masih dalam tahap uji coba (piloting) untuk melihat respons pasar.
"Untuk awalnya kami memang, saat ini sedang boleh dikatakan piloting lah Mas," ujar Teguh dalam konferensi pers persiapan Angkutan Hari Raya Idul Fitri (AHRI) di Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Teguh menjelaskan, pada tahap awal, operasional bus rute Jakarta–Denpasar dijadwalkan minimal satu kali dalam sepekan. Namun, DAMRI tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan frekuensi menjadi harian jika permintaan masyarakat membeludak.
"Setidaknya minimal mingguan lah hitungannya. Mungkin seminggu sekali atau seminggu dua kali," imbuhnya.
Adapun jadwal keberangkatan yang ditetapkan adalah:
- Dari Jakarta: Setiap Jumat pukul 16.00 WIB melalui Stasiun DAMRI Kemayoran.
- Dari Denpasar: Setiap Minggu pukul 16.00 WITA melalui Stasiun DAMRI Denpasar.
Perjalanan sejauh 1.150 km ini akan menyisir Tol Trans Jawa dengan pemberhentian di kota-kota strategis seperti Cirebon, Semarang, Probolinggo, hingga Banyuwangi sebelum menyeberang via Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk.
Untuk menjamin kenyamanan penumpang di jalur jarak jauh, DAMRI menyematkan berbagai fasilitas premium mulai dari layanan makan, kamera keamanan (CCTV), hingga port pengisian daya di setiap kursi.
Terkait harga tiket, Area Manager Regional I Jakarta, Yulianto menyebutkan bahwa pada periode normal, tarif dipatok di angka Rp590.000 per penumpang. Namun, memasuki masa angkutan Lebaran, akan ada penyesuaian harga sesuai fluktuasi permintaan.
Baca Juga: Isu Penutupan Selat Hormuz Picu Panic Buying, Pramono Anung Jamin Stok BBM Jakarta Aman
"Untuk Lebaran ini ada kenaikan kisaran 10 persen hingga 20 persen," pungkas Yulianto.
Langkah ekspansi ini diyakini bakal memperkuat posisi DAMRI di pasar transportasi darat, sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih ekonomis bagi masyarakat yang ingin menuju Pulau Dewata tanpa harus merogoh kocek dalam untuk tiket pesawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- 10 Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu Bank Mandiri Terdekat di Jakarta
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
Terkini
-
Catat! Kemenhub Keluarkan Jadwal WFA Selama Mudik
-
Daya Beli Lesu, Pemerintah Pede Bidik Perputaran Uang Belanja Rp53 T di Ramadan dan Lebaran
-
DAMRI Kerahkan 1.800 Bus, Bidik 2,7 Juta Penumpang Mudik Lebaran 2026
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 135,7 Triliun per Februari 2026
-
Danantara Pilih Perusahaan China Garap Proyek WTE di Bekasi dan Denpasar
-
Program MBG Diklaim Ringankan Dompet Warga
-
Perkuat Literasi Masyarakat Tentang Tabungan Emas, Pegadaian Gelar Gema Ramadan Bareng Tring
-
Ini Cara Mudah Cek THR Pensiunan, PT Taspen: Waspadai Penipuan!
-
Laporan Citi GPS: AI dan Blockchain Jadi 'Senjata' Baru Hadapi Volatilitas Perdagangan Global
-
BI Kejar Target Inklusi 98 Persen, Perry Warjiyo: Literasi Jadi Tameng Kejahatan Digital