- Program BINA Lebaran 2026 targetkan transaksi Rp53 triliun, naik 20% dari tahun lalu.
- Sebanyak 800 brand, 80.000 toko, dan 414 mal di seluruh Indonesia ikut berpartisipasi.
- Kunjungan mal jelang Ramadan tercatat naik 10-15% sebagai sinyal positif ekonomi.
Suara.com - Pemerintah bersama pelaku usaha ritel dan pengelola pusat perbelanjaan resmi menabuh genderang perang terhadap kelesuan konsumsi domestik. Melalui program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026, pemerintah membidik perputaran uang raksasa selama momentum Ramadan hingga Idul Fitri.
Tak main-main, target transaksi yang dipatok mencapai Rp53 triliun. Angka ini mencerminkan optimisme tinggi di tengah upaya memperkuat struktur ekonomi nasional pada awal tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa target tahun ini mengalami lonjakan signifikan. Pertumbuhan ini diharapkan menjadi mesin utama penggerak Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal pertama.
"Saya monitor BINA targetnya sekarang Rp53 triliun. Dan ini naik 20 persen dibandingkan tahun yang lalu," ujar Airlangga saat meluncurkan program tersebut di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Airlangga berharap program kolaboratif ini tidak hanya menjadi ajang belanja, tapi juga instrumen vital untuk mendongkrak daya beli masyarakat yang biasanya memuncak di bulan suci. "Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," imbuhnya.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa BINA Lebaran 2026 akan berlangsung mulai 6 hingga 30 Maret 2026. Skala partisipasinya pun tergolong masif, mencakup hampir seluruh lini kebutuhan masyarakat.
"Kalau dari ritel, kita ada 800 brand, 80.000 toko. Makanan minuman terlibat, baju, electronic store, semua kita libatkan," jelas Budihardjo.
Strategi "jemput bola" juga disiapkan. Mulai dari gelaran midnight sales di berbagai mal hingga promo khusus untuk kategori obat-obatan dan kebutuhan pokok guna memanjakan konsumen menjelang Hari Raya.
Di sisi infrastruktur, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, memastikan sebanyak 414 pusat perbelanjaan di seantero negeri siap mensukseskan agenda ini.
Baca Juga: Tukar Uang Baru di Bank BRI Minimal Berapa? Ini Ketentuannya
Alphonzus melaporkan sinyal positif sudah mulai terlihat dari pergerakan masyarakat di lapangan. "Trennya cukup baik. Tingkat kunjungan sampai dengan saat ini terpantau mengalami kenaikan kurang lebih 10 persen sampai dengan 15 persen," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?
-
Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini
-
MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak
-
Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah
-
Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI
-
Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei
-
Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025
-
Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik
-
Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?
-
Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO