Suara.com - PT KAI Commuter (KCI) selaku pengelola kereta Commuter Line Basoetta dalam waktu dekat belum mau operasional Stasiun Karet. Rencana penutupan Stasiun Karet ini harus menempuh proses yang panjang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus menegaskan, rencana penutupan stasiun Karet juga masih dalam kajian dari para pemangku kepentingan.
Kekinian, masyarakat maupun penumpang pengguna KRL masih dapat berhenti dan turun di Stasiun Karet.
"Rencana penutupan operasional Stasiun Karet belum akan dilakukan dalam waktu dekat," ujar Joni dalam keterangan tertulis yang dikutip, Sabtu (4/1/2025).
Selain masih membutuhkan pendalaman dengan sejumlah pihak, saat ini KAI Commuter juga tengah meningkatkan kualitas fasilitas sarana dan prasarana untuk penumpang di Stasiun BNI City.
Diantaranya dengan memperbaiki dan meningkatkan kenyamanan selasar bagi pejalan kaki agar terlindung dari sengatan sinar matahari maupun hujan saat menuju ke stasiun.
Kemudian, KAI juga tengah membangun area bagi pelaku usaha, sehingga dapat mendukung pelaku UMKM.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir bakal menutup permanen Stasiun Karet yang melayani operasional Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL). Nantinya, naik turun penumpang hanya di Stasiun Sudirman dan BNI City.
"Yang tadi dibilangkan bagaimana membangun ekosistem seperti tadi. Mungkin di (Stasiun) Karet, ditutup," ujar Erick seperti dikutip, Kamis (2/1/2025).
Baca Juga: Penutupan Stasiun Karet Panen Protes, DJKA Kemenhub: Keselamatan Jadi Prioritas
Sementara, Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Rudi As Aturridha menyebut perseroan akan membanun selasar untuk akses pejalan kaki dari Stasiun BNI City menuju wilayah Karet.
"Jadi kalau orang yang mau ke Karet, dia tinggal jalan saja. Kita sudah buat selasarnya sampai ke BNI City," jelas dia.
Menurut Rudi, penutupan Stasiun Karet ini dalam rangka efisiensi. Pasalnya jarak antara Stasiun Karet dengan BNI City hanya sepanjang 2,9 kilometer.
"Jadi sudah enggak efektif. Untuk KRL, semuanya naik turunnya di sini (Stasiun BNI City)," beber Rudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa