Suara.com - PT PP (Persero) Tbk, (PTPP) menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk menjaga keanekaragaman hayati. Salah satunya dengan kegiatan menanam 1.000 pohon di di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengungkapkan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, PTPP percaya bahwa pembangunan berkelanjutan harus selaras dengan pelestarian lingkungan. Dalam program ini, sebanyak 1.000 pohon endemik Way Kambas ditanam pada lahan seluas 9.000 M2.
"Dengan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemangku kepentingan, kami optimis upaya pelestarian lingkungan ini akan memberikan manfaat besar bagi ekosistem dan generasi mendatang," ujar Joko seperti dikutip, Minggu (2/2/2025).
Kegiatan ini berdampak kepada 13.035 orang warga sekitar. Pohon-pohon yang ditanam ini diproyeksikan dapat menyerap karbon sebesar 15 kilogram CO2 equivalent, mendukung kebutuhan pangan satwa yang dilindungi, dan membantu konservasi hutan.
Joko menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani lokal, memberikan lapangan kerja, serta memberikan dampak positif terhadap ekosistem.
Melalui kegiatan ini, PTPP mendukung beberapa poin penting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), yaitu: Mencegah degradasi lahan dan erosi (SDG’s 15) melalui reboisasi area kritis, kemudian mengurangi dampak banjir di pemukiman warga sekitar (SDG’s 15).
Lainnya, meningkatkan area tertutup hijau di kawasan konservasi (SDG’s 15), mengurangi emisi karbon untuk mendukung upaya penanggulangan perubahan iklim (SDG’s 13), meningkatkan perekonomian petani dan masyarakat sekitar (SDG’s 1), dan menyediakan lapangan kerja tambahan bagi masyarakat lokal (SDG’s 8).
Aksi ini juga mendukung SDGs 13 (Climate Action) sebagai upaya memitigasi perubahan iklim dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Penanaman pohon adalah salah satu upaya yang secara langsung berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), selain membantu memitigasi dampak buruk perubahan iklim.
Baca Juga: Rampung di Kuartal II-2025, PTPP Ungkap Pembangunan RS Megah di Bali BIH Capai 98,77 Persen
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!