Suara.com - Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Prabowo - Gibran terus mendorong terwujudnya Asta Cita untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Salah satu motor penggerak untuk mewujudkan misi tersebut adalah melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Sebagai agent of development Indonesia, WIKA bergerak cepat bangun berbagai infrastruktur strategis di Indonesia.
Sesuai dengan keunggulan utama Perseroan di bidang Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), WIKA fokus wujudkan Asta Cita melalui empat misi utama yaitu peningkatan nilai tambah produk dalam negeri melalui industrialisasi dan hilirisasi, swasembada pangan, penyediaan lapangan kerja melalui pengembangan infrastruktur serta pembangunan daerah.
Dalam masa 100 hari kerja Kabinet Merah Putih, WIKA berhasil selesaikan dan operasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur 1. Proyek strategis ini bertujuan memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Dengan kapasitas suplai air bersih mencapai 4.750 liter per detik, SPAM ini mampu sediakan air bersih sesuai standar Kementerian Kesehatan untuk 320.000 sambungan rumah dan tingkatkan kualitas hidup 1,9 juta warga masyarakat di kawasan tersebut. Selain itu SPAM Regional Jatiluhur 1 juga berkontribusi dalam mencegah penurunan permukaan tanah di DKI Jakarta.
Di sektor hilirisasi dan industrialisasi, WIKA juga dipercaya mengerjakan proyek EPC Coal Handling TLS 6 & TLS 7 Sumatera Selatan. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas penanganan batubara guna mendukung ketahanan energi nasional.
Selain itu dalam mendukung peningkatan ekonomi dan kemandirian bangsa, proyek Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan dan Bendungan Jragung di Jawa Tengah terus dikebut untuk mengelola sumber daya air dan menjadi sumber irigasi dalam mendukung ketahanan pangan, serta penyediaan energi listrik bagi masyarakat sekitar.
WIKA juga telah menyelesaikan proyek Flyover Madukoro di Jawa Tengah, yang berperan penting dalam mendukung swasembada ekonomi masyarakat. Proyek ini tidak hanya mengurangi biaya operasional kendaraan hingga 61,7%, tetapi juga mampu mengurai kemacetan di jalur vital Pantura, termasuk akses menuju Bandara Achmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Mas.
Dengan panjang 221 meter, flyover ini meningkatkan mobilitas dan pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur - Yogyakarta - Prambanan.
Pembangunan ini juga mengedepankan aspek budaya lokal, dengan menampilkan ornamen yang mencerminkan kearifan masyarakat Semarang, sehingga memberikan nilai estetika sekaligus makna sosial yang mendalam bagi kawasan tersebut.
Baca Juga: Pemangkasan Anggaran Infrastruktur Jadi Momentum Keterlibatan UMKM Konstruksi Daerah
“Semenjak dibangunnya Flyover Madukoro, Saya sebagai warga lokal merasa sangat terbantu, sebelumnya kalau musim hujan sering banjir, dengan adanya flyover ini, Saya tidak terkena banjir lagi dan lebih lancar dalam berlalu lintas,” ucap Atmoko, warga setempat.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito menyatakan, sebagai Agent of Development Pemerintah, WIKA akan terus mendukung Asta Cita melalui pembangunan proyek strategis nasional yang bertujuan mencapai swasembada ekonomi, pangan, dan energi.
"Kami juga terus membangun proyek yang akan meningkatkan nilai tambah bagi produk dalam negeri melalui hilirisasi dan industrialisasi sehingga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara.” kata Agung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus