Kira-kira berapa harga tanah yang diklaim dimiliki Firdaus Oiwobo di kawasan gunung di Parung Bogor itu? Sejauh ini belum ada yang tahu dan belum dapat dikonfirmasi.
Pasalnya, klaim kepemilikan tanah di Parung Bogor oleh Firdaus Oiwobo pun tak pernah dibuktikan dan ditunjukkan secara gamblang.
Klaim Kepemilikan Tanah di Parung Bogor oleh Firdaus Oiwobo
Beberapa waktu lalu, pengakuan Firdaus Oiwobo terkait kepemilikan gunung di Parung, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan publik.
Tak hanya sekedar kata-kata, dalam suatu kesempatan ia membawa surat-surat tanah dengan seluas 110 ribu hektar yang diklaim sah secara hukum.
Menurutnya, lahan seluas 110 ribu hektar itu bukan sembarang tanah, melainkan milik ahli waris yang berasal dari Prabu Raden Ngabehi Awan. Adapun ia merupakan tokoh yang diklaim memiliki hak historis atas wilayah itu.
Masih menurut Firdaus, banyak perusahaan properti di kawasan Parung, termasuk kawasan Cilebut dan Telaga Kahuripan, sudah menggunakan lahan itu tanpa menyelesaikan pembayaran yang sah.
Firdaus mengatakan bahwa penggunaan lahan secara ilegal oleh beberapa perusahaan properti akan berdampak negatif bagi masyarakat. Ia pun mengkhawatirkan tentang status kepemilikan tanah yang bermasalah akan merugikan pembeli di masa depan.
Sejumlah lahan yang tengah ia urus antara lain:
• Lahan seluas 400 hektare di Bojong Gede
Baca Juga: Mulai Ketar-ketir? Firdaus Oiwobo Mundur Jadi Pengacara Razman: Minta Maaf ke Hotman Paris
• Lahan Seluas 43 hektare di Tonjong
• Lahan seluas 300 hektare di Kemang
• Lahan Seluas 714 hektare di Bilabong.
Lebih lanjut, Firdaus mengaku memiliki bukti kuat berupa penetapan pengadilan, surat pernyataan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta keterangan desa yang makin memperkuat hak ahli waris atas lahan itu.
Bahkan Firdaus Oiwobo juga mengklaim ada kandungan uranium yang tertanam dalam gunung tersebut. Sebagaimana diketahui, uranium menjadi material pembangkit listrik tenaga nuklir dan senjata nuklir.
Terlepas dari kontroversi dan klaim Firdaus Oiwobo yang tak terbukti, informasi perihal harga tanah di kawasan itu perlu anda ketahui.
Berita Terkait
-
Mulai Ketar-ketir? Firdaus Oiwobo Mundur Jadi Pengacara Razman: Minta Maaf ke Hotman Paris
-
Antar Istri Berobat ke Singapura, Hotman Paris Sempat-sempatnya Sentil Utang Warung Firdaus Oiwobo
-
Ikutan Hotman Paris, Istri Firdaus Oiwobo Bakal Bayar Utang Suaminya 10 Kali Lipat asal..
-
Dikawal Bodyguard ke Pengadilan, Hotman Paris Cibir Razman Arif Nasution Jelang Sidang: Salah Lawan!
-
Sebut Lamborghini Rp22 Miliar Murah, Koleksi Mobil Firdaus Oiwobo Vs Hotman Paris Jomplang
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?
-
Data BPS Ungkap Emas Deflasi di Maret 2026 Usai Inflasi 30 Bulan Beruntun