Suara.com - James Riady menjadi salah satu yang dilirik Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan investasi di Tanah Air. Dia bersama tujuh pengusaha lain datang ke Istana Negara Kamis (6/3/2025) untuk berdiskusi bersama presiden. Kedelapan pengusaha tersebut adalah Anthony Salim, Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata.
Adapun sejumlah topik yang dibahas antara lain Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan sejak awal 2025, program Swasembada Pangan dan Energi, program dukungan untuk infrastruktur, industrialisasi, program terkait dengan industri tekstil, hingga membahas program terbaru, yaitu Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Profil James Riady
James Riady memulai karier di dunia bisnis dengan mengelola anak usaha milik Lippo Group. James Riady mulai terlibat aktif dalam bisnis keluarga sebagai Direktur Eksekutif Lippo Group, yang kemudian juga diwariskan kepada putranya John Riady.
Perjalanan kariernya di dunia bisnis semakin menanjak ketika pada 2019, ia dipercaya untuk menjadi CEO PT Lippo Karawaci Tbk, anak perusahaan Lippo Group yang bergerak di bidang properti.
Sebagai CEO, James membawa Lippo Karawaci tetap fokus pada sektor urbanisasi, digitalisasi, dan demografi, serta memastikan perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar yang terus berkembang.
Di bawah kepemimpinannya, Lippo Karawaci terus berinovasi dan berkembang. James juga aktif dalam dunia teknologi dan digital, yang ditunjukkan dengan perannya sebagai Founder dan Managing Partner di Venturra Capital, sebuah perusahaan modal ventura yang berinvestasi dalam lebih dari 50 perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
Salah satu pencapaiannya yang paling mencolok adalah pendirian OVO, sebuah perusahaan pembayaran digital yang kini menjadi salah satu unicorn terbesar di Indonesia, yang juga memiliki saham di Grab dan Tokopedia.
James Riady merupakan bagian dari keluarga Riady yang tercatat sebagai salah satu keluarga terkaya di Indonesia. Menurut Forbes, kekayaan keluarga Riady diperkirakan mencapai USD 2,25 miliar atau sekitar Rp36 triliun pada tahun 2024.
Kekayaan pribadi James Riady pun tak kalah besar. Meskipun tidak ada angka pasti yang mengungkapkan total kekayaan pribadinya, diperkirakan kekayaan keluarga Riady, termasuk James, berasal dari kepemilikan saham di berbagai perusahaan besar yang dikelola oleh Lippo Group.
Lippo Group sendiri memiliki banyak anak perusahaan besar, di antaranya Lippo Karawaci, Lippo Malls, Siloam Hospitals, dan Matahari Department Store. Keluarga Riady juga memiliki investasi besar di sektor perhotelan melalui jaringan Aryaduta Hotels, serta dalam sektor media dan pendidikan.
Selain itu, Lippo Group memiliki jaringan rumah sakit yang sangat penting, termasuk rumah sakit Siloam yang dikenal luas di Indonesia.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Sosok Franky Widjaja: Pengusaha Kelapa Sawit dan Hubungannya dengan Prabowo
-
Profil Anthony Salim: Daftar Perusahaan, Kekayaan, Saham dan Kontroversi
-
Tinjau Korban Banjir di Bekasi, Prabowo Langsung Telepon Kepala Badan Gizi Nasional, Ada Apa?
-
Bakal Diluncurkan Prabowo, Koperasi Merah Putih Disebut Bakal Jadi Langkah Revolusioner Tuntaskan Kemiskinan
-
Nilai Gibran Cuman Jadi Beban Buat Prabowo, Rocky Gerung: Dia Tak Bisa Hasilkan Ide, Cuman Gulung Celana Datangi Banjir
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
Terkini
-
Daftar Lengkap Pinjol Legal Berizin OJK: Update Februari 2026
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Harga Pengadaan Chromebook Disetujui LKPP?
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara