Suara.com - Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen di perusahaan properti, PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk. (GRIA). Pengunduran diri ini terjadi setelah rumah pribadinya di Bandung digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengumuman pengunduran diri Ridwan Kamil disampaikan oleh manajemen GRIA melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (21/3/2025).
Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa perusahaan telah menerima surat pengunduran diri dari Ridwan Kamil pada tanggal 19 Maret 2025.
"Pada tanggal 19 Maret 2025, Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Bapak Dr. (H.C.) H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. dari jabatannya selaku Komisaris Independen Perseroan," tulis manajemen GRIA.
Manajemen GRIA menegaskan bahwa pengunduran diri Ridwan Kamil tidak akan berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perusahaan. Mereka juga menyatakan akan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas dan memutuskan permohonan pengunduran diri tersebut, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengunduran diri Ridwan Kamil ini terjadi di tengah sorotan publik terkait penggeledahan rumahnya oleh KPK beberapa waktu lalu.
Diketahui, KPK menggeledah kediaman mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam upaya mengusut kasus dugaan korupsi pada pengadaan iklan di PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk Yuddy Renaldi sebagai tersangka.
Dia diduga menyebabkan kerugian negara mencapai ratusan miliar akibat kasus dugaan korupsi pada penempatan dana iklan Bank BJB.
Baca Juga: Langka! Banyak 'Tahanan KPK' Mendadak Nonton Langsung Sidang Hasto PDIP, Apa Maksudnya?
“Rp222 miliar tersebut digunakan sebagai dana nonbudgeter oleh BJB,” kata pelaksana harian (Plh) Direktur Penyidikan KPK Budi Sokmo Wibowo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/2025).
Selain Yuddy, tersangka lainnya ialah Pimpinan Divisi Corsec BJB Widi Hartono, Pengendali Agensi Antedja Muliatana dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan, Pengendali Agensi BSC Advertising dan WSBE Suhendrik, dan Pengendali Agensi CKMB dan CKSB Sophan Jaya Kusuma.
Ridwan Kamil mulai menjabat sebagai Komisaris Independen GRIA sejak tahun 2024, berdasarkan keputusan RUPS Tahunan perusahaan pada 13 Juni 2024. Dengan latar belakang sebagai arsitek dan perencana kota, kehadirannya diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan bisnis properti GRIA.
Sebelum menjabat di GRIA, Ridwan Kamil memiliki karir yang panjang di bidang arsitektur dan perencanaan kota. Ia pernah bekerja di beberapa perusahaan arsitektur ternama di Amerika Serikat dan Asia, seperti HOK Architects dan SOM Architects. Pada tahun 2003, ia mendirikan perusahaan konsultan arsitektur dan perencanaan kota, Urbane Indonesia.
Selain karir profesionalnya, Ridwan Kamil juga memiliki rekam jejak yang panjang di dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Bandung (2013-2018) dan Gubernur Jawa Barat (2018-2023). Selama masa jabatannya, ia dikenal dengan berbagai program inovatif dan pembangunan infrastruktur yang signifikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri