Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR) Maruarar Sirait mengungkapkan komitmen kuat Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam acara penyerahan kunci Program Rumah untuk Guru Indonesia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/6/2024).
Program Rumah untuk Guru Indonesia merupakan inisiatif pemerintah melalui Kementerian PUPR bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Badan Pusat Statistik. Program ini menyediakan rumah subsidi khusus untuk tenaga pendidik dengan skema pembiayaan terjangkau melalui APBN.
"Presiden selalu menekankan pentingnya memprioritaskan kesejahteraan guru. Dalam pertemuan 10 hari lalu dengan Seskab Teddy Indra Wijaya, kami membahas secara khusus program rumah subsidi untuk guru," ujar Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara, dikutip via Antara pada Selasa (25/3/2025).
Program ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Kementerian PUPR dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sebanyak 20.000 unit rumah akan disalurkan secara bertahap di 8 lokasi prioritas, meliputi Aceh, Medan, Bogor, Bangkalan, Pontianak, Makassar, Kupang, dan Jayapura.
Ara menceritakan, Presiden Prabowo sangat antusias dengan program ini karena memiliki perhatian khusus terhadap nasib guru.
"Presiden bahkan mengutus Seskab secara khusus untuk hadir dalam acara ini sebagai bentuk perhatian beliau," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ara mengingatkan pidato Presiden Prabowo saat Hari Guru Nasional beberapa waktu lalu. "Presiden berpesan kepada kami semua untuk terus memperjuangkan kebahagiaan dan kesejahteraan guru, agar terjadi perubahan nasib yang signifikan bagi para pendidik di tanah air," ucapnya.
Program rumah subsidi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah hunian yang selama ini dihadapi banyak guru, terutama yang mengajar di daerah terpencil. Dengan kepemilikan rumah yang layak, diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja para pendidik.
"Kami berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program ini ke lebih banyak daerah. Ini baru langkah awal dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru," tegas Ara.
Baca Juga: Kabar Gembira Buat Para Guru! THR Cair, Ada Tambahan Gaji dan Tunjangan Sertifikasi
Acara penyerahan kunci simbolis di Kabupaten Bogor ini dihadiri oleh perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas hidup guru dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
"Melalui program ini, kami ingin mewujudkan mimpi para guru untuk memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau. Ini bentuk nyata penghargaan negara kepada pahlawan tanpa tanda jasa," pungkas Menteri Ara menutup sambutannya.
Untuk diketahui, Program Rumah untuk Guru adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan menyediakan 20.000 unit rumah subsidi bagi para guru di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2025. Program ini merupakan bentuk penghargaan kepada guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dan upaya meningkatkan kesejahteraan mereka.
Program ini bertujuan untuk memastikan para guru memiliki tempat tinggal yang layak dan dekat dengan lokasi mengajar, sehingga dapat lebih fokus dalam mendidik siswa. Selain itu juga mendukung guru agar lebih semangat dalam bekerja dengan memberikan fasilitas tempat tinggal yang lebih baik.
Rumah subsidi untuk guru akan menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang memungkinkan guru memperoleh rumah dengan biaya terjangkau. Pemerintah juga telah menegaskan komitmen untuk mendistribusikan rumah subsidi tersebut secara merata ke seluruh wilayah Indonesia, dengan target 20.000 unit hingga akhir.
Pembangunan rumah untuk guru ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan Kepala Badan Pusat Statistik. Program ini diharapkan dapat membantu para guru yang belum memiliki rumah layak huni.
Berita Terkait
-
Info GTK Sampaikan Update TPG: Validasi Data Guru, Rekening dan Tunjangan Sertifikasi
-
Rayakan International Womens Day, WEWAW Ajarkan Guru PAUD Membuat Materi Belajar dengan AI
-
Soroti Militerisme di Papua usai Guru Dibunuh OPM, Begini Kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti
-
Rekening Guru PPG Piloting Bermasalah di Info GTK, TPG Tidak Bisa Dicairkan, Ini Solusinya
-
Kabar Gembira Buat Para Guru! THR Cair, Ada Tambahan Gaji dan Tunjangan Sertifikasi
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!
-
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
-
BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel
-
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap
-
Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?
-
Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!