Suara.com - Tarif timbal balik yang agresif dan luas dari Presiden AS Donald Trump ini membuat ekonomi dunia mengalami tekanan. Apalagi, 180 negara, mulai dari mitra dagang utama hingga pulau-pulau terpencil dikenakan tarif cukup besar.
Terlebih mitra dagang utama menanggung sebagian tarif paling tinggi dari 34% untuk Tiongkok, 20% untuk Uni Eropa, 46% untuk Vietnam, dan 32% untuk Taiwan. Yang mengejutkan, di dekat bagian akhir daftar tersebut terdapat serangkaian pulau terpencil tak berpenghuni dan bahkan pangkalan militer dikenakan tarif oleh Trump.
Dilansir CNBC International, Kepulauan Heard dan McDonalds, terletak 4.100 km dari Perth di Australia Barat dan 1.700 km dari Antartika. Wilayah ini dianggap sebagai salah satu lokasi terpencil di bumi dengan ekosistem pulau murni yang langka. Menurut Konvensi Warisan Dunia UNESCO, dan dihuni oleh sejumlah spesies termasuk burung terbang, penguin, anjing laut, dan invertebrata.
Untuk mencapai pulau-pulau tersebut, dibutuhkan perjalanan perahu dua minggu dari Perth yang berarti kunjungan jarang dilakukan. Meskipun tidak memiliki aktivitas ekonomi, Kepulauan Heard dan McDonalds dikenakan tarif 10% oleh Trump.
Sebagai informasi, Presiden Donald Trump menerapkan 'tarif timbal balik' AS yang akan dihadapi lebih dari 180 negara dan wilayah. Termasuk anggota Uni Eropa, hingga Indonesia berdasarkan kebijakan perdagangan barunya yang menyeluruh. Trump dan Gedung Putih membagikan serangkaian bagan di media sosial yang merinci tarif yang menurut mereka dikenakan negara lain terhadap AS.
Tarif yang dimaksud termasuk 'Manipulasi Mata Uang dan Hambatan Perdagangan' negara-negara tersebut. Kolom yang berdekatan menunjukkan tarif baru AS terhadap setiap negara, serta Uni Eropa. Tarif tersebut, dalam banyak kasus, kira-kira setengah dari tarif yang diklaim oleh pemerintahan Trump telah 'dibebankan' kepada AS oleh setiap negara.
Trump mengatakan rencananya akan menetapkan tarif dasar 10 persen secara menyeluruh ke beberapa negara. Namun, seperti yang dijelaskan dalam diagramnya, banyak negara akan menghadapi tarif yang jauh lebih tinggi.
Tarif ‘timbal balik’ menurut Trump, merupakan respons terhadap bea masuk dan hambatan non-tarif lainnya yang dikenakan pada barang-barang AS. Berikut daftar tarif perang dagang yang dilakukan Presiden Trump:
• lgeria 30 persen
• Oman 10 persen
• Uruguay 10 persen
• Bahamas 10 persen
• Lesotho 50 persen
• Ukraine 10 persen
• Bahrain 10 persen
• Qatar 10 persen
• Mauritius 40 persen
• Fiji 32 persen
• Iceland 10 persen
• Kenya 10 persen
• Liechtenstein 37 persen
• Guyana 38 persen
• Haiti 10 persen
• Bosnia and Herzegovina 35 persen
• Nigeria 14 persen
• Namibia 21 persen
• Brunei 24 persen
• Bolivia 10 persen
• Panama 10 persen
• Venezuela 15 persen
• North Macedonia 33 persen
• Ethiopia 10 persen
• Ghana 10 persen
• China 34 persen
• Uni Eropa 20 persen
• Vietnam 46 persen
• Taiwan 32 persen
• Japan 24 persen
• India 26 persen
• South Korea 25 persen
• Thailand 36 persen
• Switzerland 31 persen
• Indonesia 32 persen
• Malaysia 24 persen
• Cambodia 49 persen
• United Kingdom 10 persen
• South Africa 30 persen
• Brazil 10 persen
• Bangladesh 37 persen
• Singapore 10 persen
• Israel 17 persen
• Philippines 17 persen
• Chile 10 persen
• Australia 10 persen
• Pakistan 29 persen
• Turkey 10 persen
• Sri Lanka 44 persen
• Colombia 10 persen
• Peru 10 persen
• Nicaragua 18 persen
• Norway 15 persen
• Costa Rica 10 persen
• Jordan 20 persen
• Dominican Republic 10 persen
• United Arab Emirates 10 persen
• New Zealand 10 persen
• Argentina 10 persen
• Ecuador 10 persen
• Guatemala 10 persen
• Honduras 10 persen
• Madagascar 47persen
• Myanmar (Burma) 44 persen
• Tunisia 28 persen
• Kazakhstan 27 persen
• Serbia 37 persen
• Egypt 10 persen
• Saudi Arabia 10 persen
• El Salvador 10 persen
• Côte d'Ivoire 21 persen
• Laos 48 persen
• Botswana 37 persen
• Trinidad and Tobago 10 persen
• Morocco 10 persen
Baca Juga: Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
Berita Terkait
-
Indef: Pemerintah Harus Segera Isi Pos Dubes RI di AS untuk Hadapi Kebijakan Baru Trump
-
Indonesia Diminta Mendekat ke BRICS Pasca Trump Umumkan Tarif Impor AS
-
Soal Tarif Dagang Trump, Dasco: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Tempat Pembuangan Negara Lain
-
Donald Trump Umumkan Tarif Baru, DPR Desak Pemerintah Segera Konsolidasi Menyeluruh
-
Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI