Suara.com - Mira Hayati, terdakwa pemilik kosstik berbahaya, dapat merayakan Lebaran bersama keluarganya di rumah setelah Pengadilan Negeri Kelas 1 Makassar menyetujui permohonannya untuk menjadi tahanan kota atau rumah. Sementara itu, dua terdakwa lainnya, Mustadir Daeng Sila dan Agus Salim, masih harus menjalani masa tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Makassar.
Kepala Rutan Makassar, Jayadikusumah, menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan penetapan dari hakim, bukan dari pihak Rutan. "Itu penetapan dari hakim, bukan dari kami. Hakim yang mengeluarkan status pengalihan tahanan, kemudian dieksekusi oleh jaksa. Karena ada keputusan itu, kami melepaskannya," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Selasa (8/4/2025).
Dikutip dari Antara, perubahan status tahanan Mira Hayati dari tahanan Rutan ke tahanan rumah didasarkan pada Penetapan Majelis Hakim PN Makassar Nomor: 204/Pid.Sus/2025/PN Mks, yang dikeluarkan dari Rutan Kelas 1 Makassar pada 27 Maret 2025, atau empat hari sebelum Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah.
Mira Hayati dibebaskan dari Rutan Makassar setelah kuasa hukumnya mengajukan permohonan pengalihan status tahanan rumah atas permintaan suaminya, Agus Nur Itsan, sebagai penjamin. Permohonan tersebut diajukan dengan alasan kondisi kesehatan Mira serta ia masih dalam masa menyusui bayinya setelah melahirkan melalui operasi caesar beberapa pekan sebelumnya.
Informasi mengenai keberadaan Mira Hayati terungkap melalui unggahan istri terdakwa Mustadir Daeng Sila, Fenny Frans, di akun media sosialnya. Dalam cuitannya, Fenny menyebut bahwa Direktur Agus Mira Mandiri Utama (Mira Hayati) sedang berada di rumahnya merayakan Lebaran bersama keluarga.
Fenny Frans memberikan tanggapan atas komentar netizen terkait video yang beredar di akun Facebook @Halija Baji, yang mempertanyakan mengapa Mira Hayati bisa keluar dari Rutan Makassar, sementara suaminya tidak bisa bebas apalagi mendapatkan fasilitas yang sama.
Parafrase ini mempertahankan semua informasi asli tanpa menghilangkan detail apa pun.
"Iya sudah keluar sayang, dari sebelum lebaran, tahanan kota. Dari awal kita tahuji, kita itu orangnya tidak suka irih-irih," cuitnya menanggapi komentar netizen.
Dikonfirmasi terpisah, Humas PN Makassar Sibali kepada wartawan menyatakan belum mengetahui persis status peralihan tahanan Mira Hayati dari rutan ke rumahnya. Ia beralasan, saat ini sedang cuti jadi tidak mengetahui perkembangan terbaru.
Baca Juga: Wanita ML di Makassar Tewas, Polisi: Ditemukan Tergantung di Kamar Mandi
"Saya tidak tahu, karena saya cuti. Saya juga tidak tahu prosesnya. Karena, ketua majelisnya itu Pak Pandji Santoso, Wakil Ketua Pengadilan. Sampai hari ini saya tidak ada komunikasi terkait permohonan pengalihan penahanan itu," ujarnya merespons.
Sementara itu, penasihat hukum Mira Hayati, Ida Hamidah yang dikonfirmasi wartawan enggan membenarkan kabar tersebut kepada media. Walaupun diketahui terdakwa sudah berada di rumahnya dengan status tahanan rumah.
Ia pun menimpali cuitan Fenny Frans istri terdakwa Mustadir Daeng Sila di media sosial awal mula informasi itu beredar ke publik. Ida justru meminta kebenaran kabar itu langsung ditanyakan ke bersangkutan Fenny Frans.
"Harusnya di tanyakan ke Fenny Frans, dapat infonya dari mana. Bukan saya yang sebarkan informasi itu. Saya tadi menjawab, mohon doakan saja yang terbaik untuk klien saya," ucapnya.
Meski demikian, Ida tidak menampik bahwa telah mengajukan pengalihan penahanan terhadap kliennya dengan beralasan baru melahirkan melalui operasi sesar dan masih menyusui bayinya serta membutuhkan perhatian ibunya.
Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Soetarmi juga sudah membenarkan terdakwa Mira Hayati mendapatkan persetujuan pengalihan penahanan dari Rutan Makassar ke rumahnya.
"Sebelum lebaran, Majelis Hakim mengeluarkan penetapan pengeluaran dari Rutan," kata Soetarmi singkat melalui pesan.
Siapa Mira Hayati?
Mira Hayati terkenal dengan julukan "Ratu Emas" di media sosial, karena pengusaha skincare ini kerap pamer perhiasan emas besar dan mencolok. Sebelum terkenal, ia merintis banyak usaha sebelum akhirnya mencoba usaha skincare yang belakangan tersandung izin BPOM karena mengandung zat berbahaya.
Berita Terkait
-
Minggu Depan, Reza Gladys Diperiksa Polres Jaksel atas Laporan Suaminya
-
Mau Bawa Skincare saat Naik Pesawat seperti Nikita Willy? Simak Aturannya, Gak Boleh Sembarangan
-
Nikita Willy Sibuk Pakai Skincare Malam di Pesawat, Suara sang Suami Bikin Salfok: Kayak ...
-
Rahasia Kulit Glowing dan Sehat, Intip 5 Step Skincare Pagi dan Malam Ini
-
Pendidikan Mentereng Dokter Tompi, Berani Ungkap Bahaya Keseringan Treatment Wajah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru
-
Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja