Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Rabu (16/4/2025) untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp1.916.000 per gram.
Harga emas Antam itu melesat seperti roket Rp20.000 dibandingkan hari Selasa (15/4/2025) sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.765.000 per gram.
Harga buyback itu juga ikut melonjak Rp1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp1.008.000
- Emas 2 gram Rp3.772.000
- Emas 3 gram Rp5.647.000
- Emas 5 gram Rp9.378.000
- Emas 10 gram Rp18.701.000
- Emas 25 gram Rp46.628.000
- Emas 50 gram Rp93.177.000
- Emas 100 gram Rp186.276.000
- Emas 250 gram Rp4565.425.000
- Emas 500 gram Rp930.640.000
- Emas 1.000 gram Rp1.861.241.000
Harga Emas Dunia Naik
Harga emas melesat tajam dalam perdagangan hari Selasa, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar atas kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump dan memburuknya sentimen global.
Seperti dilansir dari FXStreet, Emas spot diperdagangkan di level USD3.240 per troy ounce, mencatat lonjakan lebih dari 6,5 persen dan mendekati rekor tertingginya di USD3.245.
Peningkatan ini terjadi seiring penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS yang turun untuk hari kedua berturut-turut, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun jatuh 4,5 basis poin menjadi 4,339 persen. Sementara itu, imbal hasil riil yang dikoreksi terhadap inflasi juga merosot 3,5 basis poin ke 2,149 persen, memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga: Harga Emas Rekor Tertinggi, Tapi BPKN Minta Masyarakat Waspada, Kenapa?
Ketidakpastian pasar kian dalam setelah laporan bahwa Trump berencana menerapkan tarif terhadap produk farmasi, memperburuk sentimen di tengah ketegangan perang dagang yang belum mereda.
Di sisi lain, Tiongkok turut memperkeruh suasana dengan menghentikan pengiriman pesawat Boeing oleh maskapai domestiknya, langkah yang dinilai sebagai respons keras terhadap AS.
Di tengah gejolak geopolitik, data ekonomi AS menunjukkan sinyal campuran. Indeks Manufaktur Empire State meningkat ke -8,1 di April dari -20 bulan sebelumnya, masih negatif namun membaik. Namun, harga input meningkat, dan prospek bisnis enam bulan ke depan menunjukkan tren penurunan.
Para pelaku pasar kini menanti rilis data penting minggu ini, termasuk Penjualan Ritel bulan Maret yang diperkirakan naik menjadi 1,3% secara bulanan. Namun, kelompok kontrol yang digunakan untuk menghitung PDB justru diproyeksi menurun dari 1% menjadi 0,6%, menandakan mulai melemahnya daya beli rumah tangga.
Secara teknikal, tren bullish emas masih solid. Jika level resistance di USD3.245 berhasil ditembus, potensi kenaikan menuju USD3.250 dan bahkan USD3.300 terbuka lebar. Namun, jika harga terkoreksi ke bawah USD3.200, support terdekat berada di USD3.176, diikuti oleh USD3.100.
Dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 85 bps hingga akhir 2025 dan sentimen pasar yang penuh ketidakpastian, logam mulia ini semakin menunjukkan posisinya sebagai aset aman utama di tengah badai ekonomi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur
-
Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk
-
UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?
-
Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah
-
Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria
-
Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026
-
Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...
-
Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram
-
Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak
-
IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot