Suara.com - Industri ritel bahan bangunan di Indonesia kedatangan pemain baru yang siap mengguncang pasar. Grand Mitra, sebuah supermarket bahan bangunan modern dengan konsep terbaru, lengkap, dan nyaman, resmi meluncurkan gerai perdananya di kawasan strategis Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2), Jakarta Utara, pada Rabu (23/4/2025).
Kehadirannya menjanjikan pengalaman berbelanja yang berbeda dan menjawab kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan berkualitas tinggi di tengah pesatnya perkembangan properti, khususnya di wilayah PIK 2 yang kini menjadi magnet pertumbuhan kawasan strategis nasional.
Peluncuran Grand Mitra menjadi angin segar bagi para profesional di bidang konstruksi, pemilik rumah, hingga pengembang yang selama ini mencari solusi bahan bangunan yang lengkap, berkualitas, hemat, dan nyaman dalam satu lokasi.
Langkah ini secara langsung diungkapkan oleh Nawi, Direktur Utama Grand Mitra, yang menyatakan bahwa kehadiran Grand Mitra diharapkan mampu menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dalam mewujudkan impian pembangunan mereka.
“Dengan pengalaman terbaik serta menghadirkan inovasi terbaru, kami berperan aktif bagi lingkungan masyarakat. Kami berharap bisa jadi mitra terpercaya masyarakat dalam pembangunan rumah, renovasi atau properti. Ini langkah awal untuk menjadi perjalanan lebih besar,” kata Nawi dikutip Kamis (24/4/2025).
Memilih PIK 2 sebagai lokasi perdana, Grand Mitra menawarkan spektrum produk bahan bangunan yang luas dari berbagai merek terpercaya. Lebih dari sekadar pilihan produk, Grand Mitra juga mengedepankan layanan prima yang berfokus pada ketersediaan stok yang terjamin, pengiriman yang tepat waktu, serta dukungan staf yang terlatih dan siap membantu pelanggan.
Konsep supermarket yang diusung Grand Mitra dirancang sedemikian rupa agar pelanggan dari berbagai latar belakang dapat dengan mudah menemukan solusi lengkap untuk kebutuhan bangunan mereka. Tidak ada lagi kesan berbelanja bahan bangunan yang identik dengan area yang berantakan dan sulit diakses. Grand Mitra hadir dengan tata ruang yang modern, pencahayaan yang baik, dan alur belanja yang efisien, menciptakan pengalaman berbelanja yang jauh lebih menyenangkan.
“Sebelumnya kami merupakan toko tradisional, kami melihat ke depan, kenyamanan berbelanja itu sangat penting. Kelengkapan juga tidak kalah penting. Oleh karena itu, kita memerlukan tempat yang nyaman dan besar, di mana kita bisa menyediakan barang-barang secara lengkap. Diharapkan keperluan customer bisa kita akomodasi dengan kehadiran Grand Mitra di PIK 2,” tambah Nawi, menjelaskan transformasi bisnis yang mendasari lahirnya Grand Mitra.
Lebih dari sekadar bisnis, kehadiran Grand Mitra juga merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Melalui berbagai inovasi produk dan pelayanan, Grand Mitra memiliki visi untuk menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: WNA Ngamuk di Supermarket Kalibata City, Polisi Selamatkan Anak dari Amukan Ayahnya yang Mabuk
“Saya melihat ini merupakan saat yang tepat dan untuk bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat. Kita tahu, di area ini (PIK 2) banyak proyek baru yang sedang dikerjakan. Kami hadir memberikan yang terbaik dengan inovasi terbaru, memberikan pelayanan lengkap, aman dan hemat,” tutup Nawi, menegaskan optimisme dan tujuan mulia di balik kehadiran Grand Mitra.
Sebagai informasi, Grand Mitra bukanlah pemain baru sepenuhnya di industri ini. Perusahaan ini sebelumnya dikenal melalui TB. Mitra Bangunan, sebuah toko bahan bangunan tradisional dengan pengalaman lebih dari 15 tahun dalam melayani kebutuhan pelanggan di wilayah Jakarta Utara, Tangerang, Banten, dan Jabodetabek secara umum.
Transformasi menjadi supermarket modern dengan nama Grand Mitra ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, memperluas jangkauan produk dan layanan, serta berupaya menciptakan standar baru dalam pengalaman berbelanja bahan bangunan yang modern dan efisien di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Tradisi Berbagi THR Mulai Geser ke Ranah Digital
-
Kemenkeu Akui Perjanjian Dagang RI-AS Berpengaruh ke Penerimaan Negara
-
IHSG Tembus Level 8.300 Lagi Hari ini, Cek Daftar Saham yang Cuan
-
Perhatian UMKM, Ini Strategi Hadapi Serbuan Order Jelang Lebaran