Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Hari Jumat (2/5/2025) untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp1.912.000 per gram.
Harga emas Antam itu merosot tajam Rp20.000 dibandingkan hari Kamis (1/5/2025) sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp1.761.000 per gram.
Harga buyback itu juga meluncur Rp20.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 gram Rp1.006.000
- Emas 1 Gram Rp1.912.000
- Emas 2 gram Rp3.764.000
- Emas 3 gram Rp5.621.000
- Emas 5 gram Rp9.335.000
- Emas 10 gram Rp18.615.000
- Emas 25 gram Rp46.412.000
- Emas 50 gram Rp92.745.000
- Emas 100 gram Rp185.412.000
- Emas 250 gram Rp463.265.000
- Emas 500 gram Rp926.320.000
- Emas 1.000 gram Rp1.852.600.000
Harga Emas Dunia ke Level Terendah
Harga emas dunia tergelincir ke level terendah dua minggu di kisaran USD3.235 per troy ounce pada awal sesi perdagangan Asia hari Jumat 2 Mei 2025.
Seperti dilansir dari FXstreet, penurunan harga emas dunia ini seiring dengan berkurangnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan sejumlah mitra strategisnya. Perkembangan ini menekan permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas, sekaligus memperkuat posisi Dolar AS.
Meredanya ketegangan dagang menjadi pemicu utama pergerakan bearish harga emas kali ini. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pihaknya tengah dalam proses menyusun kesepakatan dagang baru dengan India, Korea Selatan, dan Jepang.
Baca Juga: Harga Tabungan Emas Online Pegadaian, Bisa Investasi mulai Rp5000!
Upaya ini bertujuan untuk mengubah kebijakan tarif tinggi yang sempat diberlakukan menjadi perjanjian perdagangan yang lebih bersahabat. Dalam perkembangan lain, media pemerintah China pada Kamis malam melaporkan bahwa Washington telah menghubungi Beijing untuk membuka kembali jalur pembicaraan dagang, khususnya terkait tarif tinggi sebesar 145 persen yang sempat dikenakan AS.
Sebagai dampak dari sentimen positif pasar terhadap negosiasi dagang tersebut, Dolar AS kembali menguat di pasar global. Penguatan mata uang ini secara langsung membuat harga emas menjadi kurang menarik bagi pembeli internasional yang bertransaksi menggunakan mata uang lain, karena biaya konversi yang lebih tinggi.
"Pasar melihat ketegangan perdagangan mereda dan kurang khawatir tentang independensi The Fed, sehingga mengurangi permintaan untuk aset safe haven untuk saat ini," kata Giovanni Staunovo, analis komoditas dari UBS.
Selain penguatan dolar, redanya kekhawatiran terhadap arah kebijakan Federal Reserve juga berkontribusi terhadap penurunan permintaan terhadap emas. Para pelaku pasar kini lebih fokus pada arah fundamental perekonomian AS dan perkembangan data-data makroekonomi terbaru.
Meskipun saat ini harga emas tengah mengalami tekanan, potensi rebound masih terbuka. Salah satu katalis utama yang bisa membalikkan arah harga adalah prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve. Hal ini terutama dipicu oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal pertama yang dilaporkan lebih lemah dari ekspektasi pasar pada hari Rabu lalu.
Pelemahan pertumbuhan ekonomi tersebut mendorong ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan mengambil langkah akomodatif dalam waktu dekat, dengan menurunkan suku bunga acuan guna mendorong aktivitas ekonomi. Karena emas tidak memberikan imbal hasil (yield), harga logam mulia ini biasanya mendapatkan dorongan ketika suku bunga riil turun atau kebijakan moneter menjadi lebih longgar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau
-
Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!
-
Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah
-
RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
-
BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026
-
Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
-
PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin
-
Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M
-
Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks
-
Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga