Suara.com - Impian memiliki rumah idaman bisa dengan mudah terwujud dengan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Di tengah berbagai pemberitaan mengenai tantangan ekonomi dan harga properti yang terus meningkat, popularitas KPR sebagai solusi kepemilikan rumah tidak surut.
Namun, mengambil keputusan untuk mengajukan KPR tentu membutuhkan pertimbangan yang matang dan perencanaan keuangan yang cermat. Tanpa perhitungan yang tepat, cicilan bulanan yang awalnya terasa ringan bisa menjadi beban di kemudian hari.
Oleh karena itu, untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai besaran cicilan KPR dengan nilai pinjaman Rp100 juta, artikel ini akan menyajikan simulasi berdasarkan data dari salah satu bank terkemuka di Indonesia, serta mengulas beberapa alasan utama mengapa KPR masih menjadi pilihan favorit masyarakat.
Mengapa KPR Tetap Jadi Pilihan Utama?
Di tengah berbagai alternatif pembiayaan rumah yang tersedia, KPR tetap mempertahankan popularitasnya karena beberapa alasan mendasar:
Meningkatnya Kebutuhan Akan Hunian: Pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang terus berlanjut secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan hunian yang layak. KPR hadir sebagai solusi bagi mereka yang belum memiliki dana tunai yang cukup untuk membeli rumah secara langsung.
Potensi Investasi yang Menarik: Properti, termasuk rumah yang dibeli melalui KPR, dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang menjanjikan. Nilai properti cenderung meningkat dari waktu ke waktu, sehingga KPR tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian tetapi juga potensi keuntungan di masa depan.
Dukungan Pemerintah: Pemerintah Indonesia terus berupaya memfasilitasi kepemilikan rumah melalui berbagai program KPR subsidi atau skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Dukungan ini membuat KPR semakin terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah.
Variasi Produk KPR: Berbagai bank dan lembaga keuangan menawarkan produk KPR dengan beragam fitur dan benefit yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan calon pembeli. Fleksibilitas ini memungkinkan masyarakat untuk memilih skema KPR yang paling sesuai dengan kemampuan finansial mereka.
Baca Juga: Solusi Cicilan Rumah Tanpa Pusing dengan KPR Berjenjang BRI!
Pengaruh Suku Bunga: Meskipun suku bunga KPR dapat berfluktuasi, dalam beberapa periode, suku bunga yang kompetitif membuat cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau, menjadikannya pilihan yang menarik dibandingkan menabung bertahun-tahun untuk membeli rumah secara tunai.
Stabilitas Keuangan: Bagi sebagian masyarakat, memiliki cicilan KPR yang terstruktur justru memberikan stabilitas keuangan jangka panjang dibandingkan dengan terus menerus membayar sewa rumah yang tidak memberikan aset kepemilikan.
Selain alasan-alasan di atas, faktor lain seperti kesulitan mengumpulkan dana tunai dalam jumlah besar dan kondisi perekonomian yang dirasakan semakin menantang juga turut berkontribusi pada popularitas KPR sebagai jalan paling realistis untuk memiliki rumah impian.
Simulasi Cicilan KPR Rp100 Juta: Gambaran Angsuran Bulanan
Untuk memberikan gambaran konkret mengenai besaran cicilan KPR dengan pinjaman Rp100 juta, kita dapat merujuk pada simulasi yang tersedia di situs resmi salah satu bank BUMN terkemuka, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).
Meskipun BRI menawarkan batas maksimal pinjaman KPR hingga Rp10 miliar, simulasi untuk pinjaman Rp100 juta memberikan insight yang berguna bagi calon pembeli rumah dengan budget terbatas.
Berikut adalah estimasi angsuran bulanan KPR Rp100 juta berdasarkan jangka waktu pinjaman (dengan asumsi suku bunga tertentu yang berlaku saat simulasi dilakukan):
Jangka Waktu 1 Tahun: Rp8.560.748,18 per bulan
Jangka Waktu 2 Tahun: Rp4.387.138,97 per bulan
Jangka Waktu 3 Tahun: Rp2.997.089,71 per bulan
Jangka Waktu 4 Tahun: Rp2.302.929,36 per bulan
Jangka Waktu 5 Tahun: Rp1.887.123,36 per bulan
Jangka Waktu 10 Tahun: Rp1.060.655,15 per bulan
Jangka Waktu 15 Tahun: Rp790.793,63 per bulan
Jangka Waktu 20 Tahun: Rp659.955,74 per bulan
Penting untuk diingat bahwa simulasi cicilan KPR di atas hanyalah gambaran kasar. Setiap bank atau lembaga keuangan memiliki kebijakan suku bunga, biaya administrasi, biaya asuransi, dan ketentuan lainnya yang berbeda-beda. Oleh karena itu, besaran cicilan yang sebenarnya dapat bervariasi tergantung pada produk KPR yang dipilih dan kebijakan bank yang bersangkutan.
Calon pembeli rumah disarankan untuk melakukan simulasi secara langsung pada berbagai platform bank dan lembaga keuangan, serta berkonsultasi dengan petugas KPR untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi finansial masing-masing.
KPR tetap menjadi pilihan populer bagi banyak orang yang ingin memiliki rumah, terutama karena kemudahannya dalam mewujudkan impian tersebut tanpa harus memiliki dana tunai dalam jumlah besar.
Simulasi cicilan KPR Rp100 juta memberikan gambaran mengenai besaran angsuran bulanan berdasarkan jangka waktu pinjaman yang dipilih. Namun, calon pembeli rumah harus selalu melakukan riset dan perhitungan yang cermat, serta memahami seluruh ketentuan dan biaya yang terkait dengan produk KPR sebelum mengambil keputusan. Dengan perencanaan yang matang, KPR dapat menjadi jembatan yang efektif untuk meraih impian memiliki hunian .
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Bank Permata Bidik Pasar Rumah Mewah, Tawarkan Kredit KPR Menggiurkan
-
KPR Bikin Pusing? Simulasi BRI Ini Bisa Jadi Penyelamat
-
Pikir-Pikir sebelum Beli, Pengeluaran Rutin yang Harus Disiapkan Pemilik Mobil
-
Rumah Rusak, Perbaiki Aja dengan Pinjaman dari BRI
-
Syarat dan Cicilan Rumah dari BRI, Cek Skema Angsurannya
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998