Suara.com - Perusahaan logistik PT Lion Express atau Lion Parcel secara aktif mendorong pengelolaan limbah logistik secara bertanggung jawab. Berdasarkan catatan hingga saat ini, lebih dari 25 ton limbah berhasil dikumpulkan dan didaur ulang demi menekan jejak karbon dan mengurangi dampak negatif terhadap bumi.
Langkah konkret ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian integral dari visi jangka panjang Lion Parcel.
"Bagi Lion Parcel ini bukan hanya sebuah kampanye, tetapi menjadi representasi dari semangat kami untuk memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan," kata Virtual CEO Lion Parcel, LIOLIO dikutip Selasa (13/5/2025).
Tidak hanya dari sisi pengiriman barang, tapi juga dari sisi nilai kemanusiaan dan solidaritas. Lion Parcel juga percaya bahwa kekuatan logistik dapat menjadi enabler kebaikan yang menghubungkan tidak hanya kota ke kota, tetapi juga nilai kemanusiaan ke seluruh penjuru negeri.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang logistik, Lion Parcel menyadari betul bahwa kecepatan dan jaringan distribusi yang luas yang dimilikinya dapat menjadi instrumen penting untuk mempercepat penyaluran bantuan dan memperluas dampak sosial. Lebih dari sekadar mengantarkan paket dari satu titik ke titik lain, Lion Parcel melihat potensi jaringannya sebagai "jembatan kebaikan" yang menghubungkan uluran tangan dengan mereka yang membutuhkan.
Komitmen Lion Parcel terhadap keberlanjutan dan kepedulian sosial ini tidak hanya berhenti pada pengelolaan limbah. Perusahaan berjanji untuk terus memperluas jangkauan #LogistikBaik dan menjadikannya sebagai bagian yang tak terpisahkan dari budaya perusahaan. Dengan demikian, keberlanjutan dan kepedulian akan mewarnai setiap langkah perjalanan bisnis Lion Parcel di masa depan.
Upaya ini telah membuat perusahaan meraih penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2025. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Lion Parcel dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan keberlanjutan melalui kampanye #LogistikBaik.
Sebelumnya, Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto menjelaskan, pada kuartal I 2025, Lion Parcel mencatatkan kinerja positif berkat optimalisasi strategi dan efisiensi operasional.
Tingginya aktivitas pengiriman barang ke berbagai wilayah di luar Jabodetabek juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan positif perusahaan. Pengiriman Lion Parcel tercatat aktif hingga ke luar pulau, mencerminkan kepercayaan yang kuat dari pelanggan yang lebih luas di Indonesia.
Baca Juga: Ledakan TPA Leuwigajah 2005 Jadi Motivasi Nasabah PNM Mekaar
Dari sisi perilaku pelanggan, layanan reguler REGPACK masih menjadi pilihan utama yang menunjukkan preferensi masyarakat terhadap layanan yang lebih rasional namun tetap mengutamakan keandalan. Sementara itu, komoditas fesyen juga terus mendominasi jenis pengiriman, menegaskan kepercayaan yang tinggi dari para pelaku usaha ritel dan UMKM terhadap Lion Parcel sebagai partner logistik mereka.
Selain itu Lion Parcel juga telah menyiapkan sejumlah rencana strategis untuk mendukung pertumbuhan dan peningkatan kualitas layanan ke depan.
Pertama, perluasan infrastruktur dan jaringan operasional, termasuk penambahan fasilitas gudang di beberapa kota strategis serta fasilitas pendukung lain seperti Regulated Agent (RA) untuk mempercepat proses distribusi dan meningkatkan efisiensi layanan di berbagai wilayah.
Kedua, perluasan jumlah agen ritel di seluruh Indonesia, untuk memudahkan pelanggan menjangkau layanan Lion Parcel. Ketiga, peningkatan pengalaman pelanggan di berbagai touch point untuk memastikan interaksi yang lebih responsif, konsisten, dan personal kepada pelanggan.
"Di tahun ini, Lion Parcel terus memfokuskan penguatan pada layanan COD Ongkir yang memberikan kemudahan bagi online seller dari sisi manajemen logistik," pungkas Kenny.
Pada periode Ramadan tahun lalu Lion Parcel mencatat terjadinya peningkatan tonase pengiriman hingga 40% pada periode Ramadan 2024 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Adanya peningkatan ini seiring dengan tingginya belanja online untuk memenuhi kebutuhan puasa dan persiapan lebaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai