Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), masih lanjutkan penguatannya hingga akhir perdagangan Rabu, 14 Mei 2025.
Mengutip data RTI Business, IHSG berakhir menguat ke level 6.979 atau naik 147,07 poin, secara presentase naik 2,15 persen.
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 30,03 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp17,95 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,49 juta kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 418 saham bergerak naik, sedangkan 218 saham mengalami penurunan, dan 166 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang mendorong penguatan IHSG hari ini diantaranya, TGUK, FIRE, UVCR, PTPS, BEEF, DEWA, CUAN, PYFA, KOCI, ENRG, RATU.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan hari ini diantaranya, DKHH, TPMA, HRTA, PNBN, LEAD, BATR, MPOW, OASA, ARCI, MIKA, SMBR.
Sesuai Proyeksi
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan, Rabu, 14 Mei 2025.
Hal ini seiring, dengan menguatnya sentimen global yang dipicu oleh kesepakatan perdagangan sementara antara Amerika Serikat dan China, serta penguatan saham-saham teknologi di Wall Street.
Baca Juga: IHSG Meroket di Tengah Sentimen Positif, Investor Sambut Redanya Perang Dagang
"IHSG berpotensi menguat secara teknikal hari ini, didorong sentimen positif dari pasar global, terutama kesepakatan dagang AS-China yang meredakan kekhawatiran pelaku pasar. Namun, perlu dicermati bahwa tekanan jual investor asing masih membayangi dalam jangka pendek," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritasd dalam riset hariannya, Rabu (14/5/2025).
Pada perdagangan Selasa, 13 Mei 2025 kemarin, mayoritas indeks utama di Wall Street ditutup menguat. Indeks S&P 500 naik 0,72 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,61 persen.
Penguatan ini terutama didorong oleh lonjakan saham Nvidia yang mencatatkan kenaikan sebesar 5,6 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana pengiriman 18 ribu chip kecerdasan buatan (AI) terbaru ke Arab Saudi.
Pengumuman ini memberikan sentimen positif ke pasar, khususnya pada sektor semikonduktor. Saham Broadcom naik hampir 5 persen, sementara AMD turut menguat sebesar 4 persen.
Kendati demikian, indeks Dow Jones justru terkoreksi 0,64 persen, ditekan oleh penurunan tajam saham UnitedHealth yang anjlok hampir 18 persen setelah laporan keuangan perusahaan tidak sesuai ekspektasi pasar.
Meski demikian, secara keseluruhan sentimen pasar membaik. Indeks S&P 500 pun kembali ke zona hijau untuk tahun 2025, setelah sebelumnya sempat melemah lebih dari 17 persen akibat kekhawatiran terhadap eskalasi perang dagang antara AS dan China.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM