Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (19/5). Pada jelang akhir pekan lalu IHSG ditutup naik sebesar 0,94 persen disertai dengan aksi beli bersih investor asing (net buy) mencapai sekitar Rp810 miliar.
Penguatan ini terutama ditopang oleh sentimen positif dari pasar global serta optimisme terhadap perbaikan pertumbuhan ekonomi di China.
Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 7.150.
"Kinerja bursa global yang positif, khususnya Wall Street, serta optimisme terhadap perbaikan ekonomi China memberikan dorongan tambahan bagi pasar saham domestik. Kami melihat adanya potensi penguatan lanjutan dengan target teknikal di 7.150 dan resistance berikutnya di 7.200. Sementara itu, area support berada di kisaran 7.000–7.050," ujar Fanny dalam riset hariannya seperti dikutip, Senin (19/5/2025).
Sinyal penguatan juga terlihat dari aksi beli investor asing yang cukup besar di saham-saham unggulan seperti BMRI, GOTO, ANTM, TLKM, dan BBCA.
Sementara itu, sentimen eksternal turut memberikan pengaruh signifikan terhadap arah pergerakan pasar. Bursa saham Amerika Serikat (AS) melesat pada Jumat pekan lalu, mencatatkan kenaikan mingguan yang solid.
Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,70 persen, Nasdaq Composite naik 0,52 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,78 persen. Secara mingguan, Nasdaq mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 7,2 persen, didorong lonjakan saham teknologi seperti Nvidia (+16 persen), Meta Platforms (+8 persen), Apple (+6 persen), dan Microsoft (+3 persen).
Kinerja positif tersebut terjadi meski data sentimen konsumen dari University of Michigan menunjukkan pelemahan, dengan indeks berada di posisi terendah kedua sepanjang sejarah, serta ekspektasi inflasi setahun ke depan meningkat menjadi 7,3 persen dari 6,5 persen bulan sebelumnya.
Investor global saat ini juga tengah mencermati arah kebijakan perdagangan AS, setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan segera menetapkan tarif baru terhadap sejumlah negara sebagai pengganti proses negosiasi yang dianggap lambat.
Baca Juga: Saham SMGR Masuk Daftar Indeks IDX ESG Leaders, Satu-Satunya dari Industri Bahan Bangunan
Di kawasan Asia-Pasifik, bursa regional bergerak bervariasi menyusul rilis data pertumbuhan ekonomi Jepang yang mengecewakan. Ekonomi Jepang tercatat menyusut 0,2 persen secara kuartalan pada periode Januari-Maret, lebih dalam dari ekspektasi penurunan 0,1 persen.
Meskipun demikian, beberapa indeks mencatatkan penguatan, seperti S&P/ASX 200 Australia (+0,56 persen), Kospi Korea Selatan (+0,21 persen), dan Taiex Taiwan (+0,52 persen).
"Pasar juga akan mencermati rilis data PDB dari Hong Kong dan Malaysia dalam waktu dekat, yang dapat memberikan warna tambahan terhadap sentimen kawasan. Namun secara umum, outlook jangka pendek untuk IHSG masih positif," tambah Fanny.
Untuk strategi perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti BUMI, CUAN, BRPT, BRIS, RAJA, dan CTRA dengan pendekatan speculative buy.
Saham BUMI direkomendasikan dibeli di kisaran harga 120–121 dengan target jangka pendek di 123–127. Sementara itu, CUAN disarankan dibeli di area 10.250–10.300, dengan target di 10.400–10.675.
"Secara keseluruhan, dengan dukungan sentimen positif global dan technical rebound yang cukup kuat, kami melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka, setidaknya dalam jangka pendek," tutup Fanny.
Berikut Saham-saham pilihan BNI Sekuritas Hari Ini:
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 120-121, cutloss di bawah 117. Target dekat di 123-127.
- CUAN Spec Buy dengan area beli di 10250-10300, cutloss di bawah 10150. Target dekat di 10400 10675.
- BRPT Spec Buy dengan area beli di 865-875, cutloss di bawah 855. Target dekat di 885-910.
- BRIS Spec Buy dengan area beli di 2850-2870, cutloss di bawah 2840. Target dekat di 2900-2930.
- RAJA Spec Buy dengan area beli di 2120-2150, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2200-2230.
- CTRA Spec Buy dengan area beli di 1005-1015, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1030-1040.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik