Suara.com - Westpac Banking Corp berencana untuk memangkas lebih dari 1.500 pekerjaan. Hal ini guna memenuhi target pengurangan biaya dan menyederhanakan operasinya yang membengkak.
Pemutusan hubungan kerja Westpac merupakan bagian dari program UNITE 2023, yang bertujuan untuk merampingkan sistem teknologi dengan mengurangi platform inti. Hal ini untuk memodernisasi infrastruktur, dan menurunkan biaya operasional dan pemeliharaan jangka panjang, menurut laporan AFR.
Westpac mempekerjakan 35.240 orang di seluruh dunia, per 30 September 2024, menurut laporan tahunan 2024. Perusahaan tersebut, dalam tanggapan melalui email kepada Reuters, mengatakan bahwa mereka secara teratur menyesuaikan tenaga kerjanya berdasarkan perubahan prioritas investasi, tetapi tidak mengonfirmasi jumlah pekerjaan yang dipangkas.
"Sementara kami terus berinvestasi pada bankir tambahan dan peran yang berhadapan langsung dengan pelanggan, program dan inisiatif lain mungkin memerlukan lebih sedikit sumber daya," kata Westpac dilansir Reuters, JumT (23/5/2025).
Sementara itu, Serikat Pekerja Sektor Keuangan (FSU) menyampaikan kekhawatirannya pada hari Rabu atas laporan-laporan ini, seraya menambahkan bahwa pihaknya telah menghubungi Westpac untuk meminta penjelasan sembari menyerukan agar rencana pemutusan hubungan kerja dibatalkan dan pembicaraan segera diadakan.
"Anggota kami telah bekerja keras untuk menghasilkan keuntungan besar bagi Westpac selama bertahun-tahun, mereka layak diberi penghargaan dan tidak harus kehilangan pekerjaan mereka demi penghematan biaya dan keuntungan yang lebih besar lagi," kata serikat pekerja tersebut.
Sebelumnya beberapa perusahaan juga melakukan phk secara besar-besaran. Salah satunya, perusahaan raksasa pakaian olahraga, Nike dikabarkan segera melakukan PHK massal karyawan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya manajemen untuk mengatur ulang prioritas perusahaan secara keseluruhan.
Selain melakukan PHK, Nike juga disebut-sebut mengalihkan beberapa peran yang sebelumnya diemban oleh karyawan internal kepada vendor pihak ketiga. Isu pengurangan jumlah karyawan di perusahaan multinasional yang kini tengah menghadapi tekanan akibat semakin banyaknya kompetitor ini juga dikonfirmasi oleh sumber yang tidak disebutkan identitasnya.
Pengurangan ini terjadi di divisi teknologi perusahaan. Hal yang menegaskan langkah restrukturisasi ini terjadi di tengah perubahan kepemimpinan di pucuk pimpinan Nike.
Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap Status Djaka Sebagai Dirjen Bea Cukai: Sudah Purnawirawan, Engga Ada Masalah
Chief Executive Officer (CEO) Nike, Elliott Hill, yang kembali memimpin perusahaan setelah mengakhiri masa pensiunnya pada bulan Oktober lalu, aktif melakukan perubahan dalam struktur organisasi.
Sejak kembali menjabat, Hill telah menunjuk sejumlah pemimpin baru untuk beberapa departemen strategis, termasuk strategi perusahaan, sumber daya manusia, dan pemasaran olahraga. Meskipun demikian, Muge Dogan, mantan eksekutif dari Amazon.com Inc., tetap mempertahankan posisinya sebagai Chief Technology Officer (CTO) Nike, mengindikasikan bahwa fokus pada pengembangan teknologi tetap menjadi bagian penting dari strategi perusahaan ke depan.
Divisi teknologi Nike sendiri sempat dilanda isu kurang sedap pada tahun 2023 ketika kepala informasi digital perusahaan mengundurkan diri secara tiba-tiba di tengah mencuatnya tuduhan suap. Seorang mantan karyawan bahkan mengajukan gugatan di Oregon terkait dengan tuduhan serius tersebut, yang tentunya memberikan dampak negatif terhadap citra dan operasional divisi teknologi Nike.
Upaya Nike untuk mendapatkan kembali momentum pertumbuhan dengan memfokuskan kembali pada kanal olahraga dan penjualan grosir juga menghadapi tantangan eksternal yang signifikan. Perang dagang yang dilancarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump serta pola pengeluaran konsumen AS yang tidak merata turut mempersulit langkah pemulihan Nike.
Kinerja saham Nike di pasar juga mencerminkan tantangan yang dihadapi perusahaan. Sepanjang tahun ini hingga penutupan perdagangan hari Senin, saham Nike tercatat telah mengalami penurunan sebesar 18%. Penurunan ini kontras dengan kinerja Indeks S&P 500 yang justru mencatatkan kenaikan sebesar 1,4% pada periode yang sama, menunjukkan bahwa investor masih mencermati langkah-langkah restrukturisasi yang sedang dilakukan oleh manajemen baru Nike.
Berita Terkait
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Purbaya Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,6% di Q1 2026 Berkat Stimulus Ekonomi Rp 911 M
-
Purbaya Sebut Rating Moody's Offside, Klaim Ekonomi RI Akan Ekspansif hingga 2031
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut, KLH Pastikan Gugatan ke PTAR Terus Berjalan
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter