Suara.com - Pegawai Bank Indonesia ditemukan tewas diduga melompat dari helipad gedung Bank Indonesia. Disebut-sebut, karyawan Bank Indonesia melakukan aksi bunuh dirinya diduga karena tekanan atau beban kerja.
Bekerja di Bank Indonesia (BI) memang menjadi salah satu impian banyak orang. Hal ini dikarenakan, bekerja di BI memiliki gaji dan tunjangan yang besar.
Bank Indonesia sebagai lembaga yang menjaga stabilitas moneter dan keuangan negara memang menawarkan peluang pengembangan diri dan karir yang menarik, dengan gaji yang kompetitif dan beragam fasilitas.
Apalagi, struktur jabatan di Bank Indonesia dirancang sedemikian rupa agar setiap posisi memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi negara.
Dimulai dari Gubernur hingga staf, semua elemen dalam organisasi ini memiliki tugas dan wewenang yang terkoordinasi untuk memastikan kebijakan moneter dan stabilitas keuangan terlaksana dengan optimal.
Lantas berapa gaji dari pegawai Bank Indonesia? Dilansir dari Glass Door, berikut rincian gaji pegawai BI:
Magang
Beberapa magang yang bekerja di Bank Indonesia juga mendapatkan gaji di atas upah minimum regional (UMR). Diperkirakan gaji magang di BI mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta per tahun tergantung dari segmen pekerjaannya.
Magang Spesialis
Baca Juga: Pegawai Bank Indonesia Bunuh Diri Diduga karena Tekanan dan Beban Kerja, Posisi Asisten Manager
Bank Indonesia (BI) juga menawarkan gaji bagi magang spesialis atau yang sudah berpengalaman dengan kisaran mencapai Rp 10 juta hingga Rp 51 juta.
Asisten Manajer
Jabatan Asisten manajer di Bank Indonesia memiliki gaji yang cukup besar. Adapun, gajinya diperkirakan mencapai Rp 163 juta hingga Rp 269 juta per tahun.
Asisten Riset
Tim riset menjadi salah satu pekerjaan yang ada di Bank Indonesia. Diperkirakan gaji yang diberikan mencapai Rp 72 juta hingga Rp 104 juta per tahun.
Asisten Peneliti
Research fellow atau asisten peneliti sering terlibat dalam menyiapkan laporan penelitian, manuskrip untuk jurnal ilmiah, dan presentasi di konferensi. Dengan jabatan itu, gaji yang didapatkan berkisar Rp 80 juta hingga Rp 111 juta per tahun.
Manajer
Jabatan manajer di Bank Indonesia juga memiliki gaji yang cukup besar. Diperkirakan mendapatkan gaji mencapai Rp 288 juta hingga Rp 539 juta.
Gubernur
Jabatan Gubernur BI memiliki gaji yang cukup besar. Kisaran yang didapatkan yakni Rp 200 juta - Rp 250 juta per bulan.
Deputi Gubernur Senior
Untuk level Deputi Gubernur Senior bisa mendapatkan gaji mencapai Rp 150 juta - Rp 200 juta per bulan.
Deputi Gubernur
Lalu, untuk jabatan Deputi Gubernur bisa menerima penghasilan hingga Rp 100 juta - Rp 150 juta per bulan.
Direktur Eksekutif
Sedangkan, jabatan Direktur Eksekutif bisa mencapai Rp 60 juta - Rp 100 juta per bulan.
Kepala Departemen
Untuk kepala Departemen bisa mencapai gajinya Rp 40 juta - Rp 60 juta per bulan.
Deputi Direktur/Manajer Senior
Sementara itu, Deputi Direktur atau Manajemen Senior bisa mencapai Rp 30 juta - Rp 40 juta per bulan
Sementara itu, Ada dua jenis gaji yang bisa didapatkan karyawan Bank Indonesia di setiap bulan dan setiap tahun. Untuk insentif setiap bulan, karyawan bisa mendapatkan jika mereka memiliki keterampilan yang baik dan memenuhi target untuk bulan itu. Jumlahnya berbeda-beda dan tidak sama untuk setiap karyawan, jadi tidak bisa dibandingkan.
Lalu, beberapa karyawan BI meliput ada bonus profit, sama seperti bonus cuti, bonus ini juga hanya setahun sekali. Persentase gaji, bonus, dan tunjangan berbeda untuk setiap tingkat jabatan tetapi juga untuk status karyawan.
Untuk tunjangan yang bisa dicapai karyawan tentu ada tunjangan kesehatan, jabatan, dan cuti. Tunjangan kesehatan termasuk karyawan dan pasangan dan anak-anaknya.
Semakin tinggi posisi, tentunya semakin tinggi persentase gaji, tunjangan, dan bonus. Serta posisi karyawan, kontrak dan masih mendapatkan rasio bonus dan bonus yang berbeda. Tunjangan di atas disesuaikan dengan jabatan dan jabatan fungsional. Untuk tunjangan jabatan fungsional biasanya ada perhitungan tersendiri dan dalam bentuk uang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM