Kobalt memiliki kekuatan tarik yang tinggi, tahan terhadap korosi, dan mempertahankan kekuatannya pada suhu tinggi, menjadikannya komponen penting dalam berbagai aplikasi industri.
Salah satu aplikasi terpenting kobalt adalah dalam produksi baterai lithium-ion yang digunakan dalam kendaraan listrik, ponsel pintar, dan laptop.
Kobalt menstabilkan katoda baterai, meningkatkan kepadatan energi, dan memperpanjang umur pakai baterai.
Permintaan kobalt untuk aplikasi baterai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik dan perangkat elektronik portabel.
Selain baterai, kobalt juga digunakan dalam pembuatan superalloy yang tahan panas dan aus untuk turbin gas pesawat terbang dan pembangkit listrik.
Kobalt juga berperan dalam produksi baja berkecepatan tinggi, magnet, pigmen, dan katalis. Meskipun kobalt memiliki banyak manfaat, penambangan kobalt, terutama di Republik Demokratik Kongo, telah dikaitkan dengan masalah etika dan lingkungan, termasuk kondisi kerja yang buruk dan penggunaan pekerja anak.
Upaya berkelanjutan sedang dilakukan untuk meningkatkan praktik penambangan kobalt dan mengembangkan alternatif yang lebih berkelanjutan.
Dengan permintaan yang terus meningkat dan peran yang semakin penting dalam teknologi modern, kobalt tetap menjadi logam yang sangat berharga dan strategis.
Berita Terkait
-
Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?
-
Sinopsis Sunsets Secrets Regrets, Drama China Terbaru Elvira Cai di iQiyi
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China
-
Menavigasi Pergeseran Pengaruh: Kenapa Orang Indonesia Mulai "Jatuh Cinta" pada China?
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global