“Kami tidak sekadar menyalurkan dana, tetapi juga mengawal koperasi dari hulu ke hilir. Mulai dari pendampingan tata kelola, pelatihan manajemen usaha, hingga membangun kemitraan bisnis. Dengan pola ecosystem-based financing, kami ingin koperasi desa ini menjadi mesin penggerak ekonomi lokal yang mandiri, modern, dan profesional,” terang Supomo.
Supomo juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Badung atas keberhasilan menuntaskan Musdesus 100 persen, serta langkah cepat dalam penyiapan akta notaris koperasi. Menurutnya, Badung bisa menjadi role model nasional dalam pengembangan koperasi desa berbasis sinergi antar-lembaga.
"Keberhasilan Kabupaten Badung ini menunjukkan bahwa dengan komitmen pimpinan daerah, sinergi lintas sektor, dan semangat gotong royong, cita-cita besar membangun 80 ribu koperasi desa yang sehat dan berkualitas bukan hal yang mustahil,” pungkasnya. ***
Berita Terkait
-
LPDB-KUMKM dan ID FOOD Bersinergi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
LPDB Siap Dukung Koperasi Desa Merah Putih untuk Kemajuan Ekonomi Desa
-
Business Plan dan Ekosistem Bisnis Kopdes Merah Putih di Kubu Raya Bakal Diperkuat LPDB
-
LPDB Ungkap Strategi Pendampingan Agar Koperasi Tidak Sekadar Pinjam Uang
-
LPDB Beri Pembiayaan Syariah untuk Pengembangan Ekonomi Pesantren
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
-
Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran
-
6 Fakta Kecelakaan Bus Haryanto Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
Terkini
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
-
Diskon Tiket Mudik 30 Persen Disebut Justru Bebani Operator Kapal Ferry
-
Alasan Danantara Terbitkan Surat Utang Rp 7 Triliun
-
Fitur QRIS Ini Bisa Cair 3 Kali Sehari Bikin UMKM Makin Satset di Ramadan
-
Pembatasan Rokok Dikaji, Petani Tembakau Khawatir Serapan Anjlok
-
ASDP Klaim Antrean Kendaraan di Gilimanuk Berkurang Jadi 20 KM
-
5 Fakta Putusan MK: Pejabat dan Eks Anggota DPR Tidak Dapat Uang Pensiun?
-
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!
-
Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik