Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) makin menegaskan posisi sebagai perusahaan berdaya saing global di Asia Tenggara, dengan masuk nominasi ASEAN GRC Award dan Public Initiatives Award, pada ajang ASEAN Risk Awards 2025.
Penghargaan digelar Enterprise Risk Management Academy (ERMA), yang diikuti perusahaan dari berbagai negara ASEAN dengan rekam jejak unggul dalam tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Budi Wahju Soesilo, mengatakan masuknya Pupuk Kaltim pada dua kategori tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap Governance, Risk and Compliance (GRC), serta tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai bagian integral dari identitas serta budaya korporasi.
Pada kategori ASEAN GRC Award, Pupuk Kaltim dinilai berhasil mengintegrasikan tata kelola, risiko dan kepatuhan ke seluruh proses bisnis secara sistematis dan menyeluruh.
Sehingga mampu memecah silo organisasi, sekaligus menciptakan pengambilan keputusan berbasis integritas dan kolaborasi.
Sementara kategori Public Initiatives Award, menilik kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, melalui program inovatif yang tak hanya berdampak sosial ekonomi, tapi juga dibarengi pendekatan manajemen risiko yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
"Integrasi GRC Pupuk Kaltim bukanlah proyek sesaat, namun menjadi kesatuan nilai yang terinternalisasi dalam operasional Perusahaan. Prinsip tata kelola yang kami anut yakni TARIF (Transparan, Akuntabel, Responsif, Independen dan Fair), menjadi fondasi yang mengarahkan semua langkah dari kebijakan strategis hingga proses eksekusi di lapangan,” papar Soesilo, Senin (23/6/2025).
Menurut Soesilo, sejak 2024 Pupuk Kaltim mengambil langkah besar melalui pembentukan Direktorat Manajemen Risiko serta Komite Pemantau Risiko (KPR), yang juga merangkap sebagai Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT).
Struktur ini dibentuk tidak hanya untuk memperkuat pengawasan dan pengambilan keputusan strategis, tetapi juga memastikan integrasi GRC berlangsung efektif, adaptif dan sinergis di seluruh lini organisasi.
Baca Juga: Ketahanan Pangan jadi Andalan Prabowo, Program Makmur PKT Sentuh 73 Ribu Hektar Lahan
Langkah ini diambil sebagai respon terhadap dinamika regulasi dan tuntutan pasar yang semakin kompleks. Melalui KPR/KTKT, Pupuk Kaltim memiliki platform kolaboratif yang menghimpun berbagai perspektif, sehingga setiap keputusan GRC tidak hanya legal dan patuh, tetapi juga strategis dan berorientasi nilai jangka panjang.
“Pupuk Kaltim pun menerapkan Three Lines Model serta Model Manajemen Risiko Terintegrasi (MRT), yang secara efektif mampu menghilangkan fragmentasi kebijakan dan pelaksanaan GRC di seluruh entitas grup,” lanjut Soesilo.
Pupuk Kaltim juga mengembangkan inisiatif digital dalam mendukung sistem GRC yang transparan dan adaptif, dan telah menjadi tulang punggung pengelolaan risiko berbasis teknologi.
Sekaligus memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data yang memungkinkan pelaporan dini, evaluasi terukur dan integrasi lintas fungsi secara realtime.
"Ekosistem digital GRC kami bangun sebagai sistem saraf pusat yang menyatukan seluruh informasi penting, sehingga setiap fungsi dalam organisasi dapat bekerja secara terkoordinasi dan transparan,” kata Soesilo.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga melakukan evaluasi rutin terhadap seluruh sistem dan kebijakan GRC melalui pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Action), yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendali mutu, tetapi juga alat transformasi berkelanjutan yang memastikan perusahaan selalu berada selangkah di depan dalam mengendalikan risiko.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Rekap Harga Emas Sepekan Turun Signifikan, Bagaimana Trennya?
-
Badai PHK Mengancam Akibat Dolar Melejit, KSPSI Desak Pemerintah Bertindak
-
BTN Perkuat Kualitas Kredit, Transformasi Loan Factory Dorong Pertumbuhan yang Lebih Sehat
-
KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap
-
Berlaku 6 Juni, ASDP Beri Diskon Tiket Kapal Feri 21,95% Selama Libur Sekolah
-
Masyarakat Dinilai akan Bingung Bedakan Produk Vape Legal Akibat Kemasan Polos
-
Tak Hanya Ada Rokok, Vape Ilegal Juga Terancam Marak Beredar
-
Tak Hanya Batu Bara dan Sawit, DSI Berpotensi Atur Ekspor Komoditas Lain
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
-
Purbaya Klaim Coretax Bikin Penerimaan Pajak Naik 22,1% Jadi Rp 834,6 T per Mei 2026