Hasil dari pendekatan ini dilihat dari peningkatan signifikan skor Corporate Governance Perception Index (CGPI) dengan predikat “Most Trusted”, dan Risk Maturity Index (RMI) tertinggi di Pupuk Indonesia Grup.
Termasuk mencapai 100 persen kepatuhan dalam pelaporan LHKPN, mempertahankan sertifikasi ISO 37001, ISO 22301, hingga berhasil meraih penghargaan IRCA 2024 atas keunggulan praktik tata kelola.
“Budaya GRC yang kuat tidak bisa dibentuk hanya dengan kebijakan di atas kertas. Harus ada proses pembelajaran, pemahaman dan pembiasaan di setiap level organisasi. Makanya Pupuk Kaltim mengadopsi pendekatan humanistik dan partisipatif, agar semua insan perusahaan merasa memiliki terhadap integritas dan kepatuhan,” papar Soesilo.
Tidak hanya terbatas pada ruang internal, komitmen terhadap GRC juga diperluas ke ranah publik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dirancang dengan prinsip keberlanjutan.
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan utama ASEAN Risk Awards adalah Konservasi Taman Laut dan Fasilitas Media Terumbu Karang (KILAU SAMUDERA), sebuah inisiatif konservasi laut yang dimulai sejak 2009 di kawasan perairan Bontang.
Melalui program ini, Pupuk Kaltim mengedukasi nelayan terkait pentingnya menjaga ekosistem laut, khususnya terumbu karang, serta memberikan pelatihan langsung memproduksi dan memelihara media terumbu. Program konservasi ini dilakukan melalui pendekatan teknologi dan keberlanjutan, melalui skema pemberdayaan untuk memberikan nilai tambah di masyarakat.
Bahkan untuk bahan baku media terumbu karang, Pupuk Kaltim memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan dari proses produksi perusahaan.
Hal ini melihat produksi FABA mencapai 35.000 ton per tahun, sehingga potensi pemborosan biaya mencapai Rp21 Miliar. Inisiatif ini membuka peluang besar untuk mengelola limbah secara produktif sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
Inovasi itu telah memperoleh Sertifikat Paten dari Kementerian Hukum dan HAM, serta izin penggunaan dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Ketahanan Pangan jadi Andalan Prabowo, Program Makmur PKT Sentuh 73 Ribu Hektar Lahan
Praktik ini dinilai sebagai wujud nyata pendekatan manajemen risiko lingkungan yang bertanggung jawab, sekaligus bentuk efisiensi dan optimalisasi sumber daya perusahaan.
Mengingat tantangan terbesar dalam program publik adalah memastikan keberlanjutan jangka panjang, maka Pupuk Kaltim tidak hanya menjalankan program sekali jadi, tetapi menerapkan sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap inisiatif benar-benar memberikan dampak yang konsisten dan terukur.
“Kami tidak ingin program sosial hanya berhenti di seremoni. Harus ada kesinambungan pembelajaran dan peningkatan nilai. Untuk itu Pupuk Kaltim memastikan semua inisiatif terintegrasi dalam sistem manajemen risiko perusahaan,” ungkap Soesilo.
Dari seluruh pencapaian tersebut, Pupuk Kaltim menyambut nominasi ASEAN GRC Award dan Public Initiatives Award 2025 dengan penuh optimisme. Tidak hanya sebagai ajang pengakuan, tetapi juga motivasi untuk terus memperkuat peran strategis GRC dan kontribusi publik dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan.
"Kami akan terus meningkatkan upaya menjadikan GRC sebagai kekuatan penggerak perusahaan menuju masa depan yang lebih berintegritas, kompetitif dan berkelanjutan,” pungkas Soesilo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang
-
Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
-
Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?
-
Membangun Fondasi Ekonomi Masa Depan Melalui Pendidikan Dini
-
Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global
-
Alasan Proof of Reserve (PoR) Penting dalam Bursa Kripto, Ini Penjelasannya
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
82 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Gegara Banjir Tutupi Rel
-
Citi Kurangi 1.000 Pekerjaan Selama Sepekan