"Fokus kami sekarang adalah bergerak maju dengan cara yang memperkuat bisnis inti kami, terus melayani anggota kami secara efektif, dan memposisikan kami untuk pertumbuhan di masa depan," katanya.
Saham Bumble telah anjlok sejak go public empat tahun lalu, mendorong pendiri Whitney Wolfe Herd untuk kembali ke perusahaan pada bulan Maret setelah absen selama dua tahun. Herd terus terang dalam sebuah wawancara dengan New York Times, mengatakan pendapatannya terus anjlok.
" Bumble "membutuhkan saya kembali" dan bahwa menyaksikannya jatuh dari puncaknya sangat sulit. Pendapatan turun hampir 8% pada kuartal terakhir Bumble, dan pelanggan premium berbayar turun sebesar 1%. Perusahaan akan merilis laporan pendapatan berikutnya pada bulan Agustus," katanya.
Selain Bumble, pesaing seperti aplikasi milik Match Groups, Hinge dan Tinder, juga tengah berjuang. Pada bulan Mei, perusahaan tersebut mengurangi tenaga kerjanya sebesar 13 persen yang berarti sekitar 300 karyawan. Tinder meluncurkan fitur-fitur baru untuk membuat pengguna tetap terlibat, termasuk fitur "kencan ganda" yang memungkinkan teman-teman pengguna untuk berpasangan dan melakukan kencan berkelompok.
Namun, ada satu perusahaan kencan yang sukses. Grindr, aplikasi yang berorientasi pada LGBTQ+, telah melihat sahamnya tumbuh lebih dari 115 persen selama setahun terakhir. Aplikasi ini berkembang melampaui format grid berbasis lokasi dan berpusat pada hubungan dengan fitur-fitur baru yang ditujukan untuk menjadikannya aplikasi kencan yang lebih formal.
Tentunya, sebuah upaya untuk memperluas basis penggunanya dan menarik lebih banyak pengiklan. Hal ini harus diterapkan pada inovasi baru.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Bidik Pasar Digital ASEAN, Perushaan RI Ekspansi ke Malaysia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
-
Ramalan Harga Emas Antam Sepekan Ini Setelah Negosiasi Iran-AS Gagal
-
Harga Minyak Kembali Naik ke Level USD 104, Trump Ikut-ikutan Blokade Selat Hormuz
-
Negosiasi AS-Iran Gagal, Wall Street Bisa Kembali Kebakaran
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya