Suara.com - Di tengah tuntutan akan praktik bisnis yang bertanggung jawab, MMSGI melalui anak perusahaannya, PT Mitra Murni Perkasa (MHU), membuktikan bahwa investasi sosial dapat menjadi katalisator transformasi ekonomi yang signifikan.
Melalui inisiatif "Rumah Cokelat Lung Anai" di Desa Lung Anai, Kalimantan Timur, MHU tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat Dayak Kenyah tetapi juga mengukuhkan pentingnya integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai jangka panjang.
CEO MMSGI, Sendy Greti, menegaskan komitmen perusahaannya untuk menciptakan solusi yang meningkatkan kualitas hidup dan mendorong keberlanjutan.
"Melalui MHU, kami tidak hanya berinvestasi pada kegiatan operasional, tapi juga dalam membangun masa depan masyarakat. Seperti Rumah Cokelat Lung Anai yang menjadi simbol transformasi ekonomi lokal," ujarnya, Jumat (12/7/2025).
Greti menekankan bahwa keberhasilan program CSR diukur dari dampaknya yang nyata dalam mengubah kehidupan masyarakat dan membangun kepercayaan berkelanjutan antara perusahaan dan komunitas.
Desa Lung Anai, yang sebelumnya mengelola kakao secara tradisional dengan penjualan biji basah berharga rendah, kini telah menjadi pusat hilirisasi kakao berkat intervensi MHU.
Dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Sustainable Livelihood Approach (SLA), MHU merevitalisasi fasilitas lokal menjadi pusat pengolahan kakao modern. Fasilitas ini dilengkapi dengan rumah pengering, mesin produksi bersertifikat Halal dan BPOM, serta ruang edukasi komunitas, yang mengoptimalkan lebih dari 100 hektare kebun kakao.
Dampak ekonomi dari program ini sangat mencolok. Division Head Mining Support and Compliance MHU, Wiwin Suhartanto, menjelaskan bahwa lebih dari 100 petani kini mengalami peningkatan pendapatan hingga lima kali lipat. Harga jual kakao kering fermentasi melonjak drastis dari sebelumnya Rp25.000-Rp30.000/kg untuk biji basah menjadi Rp120.000-Rp150.000/kg.
"Biji kakao lokal diolah menjadi produk bernilai tambah, mulai dari cokelat batangan hingga bubuk kakao sehingga memberikan dampak peningkatan pendapatan petani cokelat sebesar 5 kali lipat," jelas Suhartanto.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hunian, Ini Investasi Gaya Hidup Eksklusif di Tengah Kota
Upaya ini telah membuat MHU berhasil meraih penghargaan Silver pada kategori Economic Empowerment di Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2025 yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
IBOS EXPO 2026 Siap Digelar Awal Tahun, Buka Peluang Bisnis dan Dorong Pertumbuhan Wirausaha
-
Lowongan Magang Bank BTN Terbaru Januari 2026, Terbuka untuk Semua
-
BRI Peduli Dukung Komitmen Kelola Sampah Modern Melalui Dukungan Operasional
-
Kementerian PU Bangun Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi
-
Tak Cuma Impor Solar, Impor Avtur Juga Akan Dihentikan
-
Purbaya Buka Opsi Diskon Tarif Listrik untuk Korban Banjir Sumatra
-
Kementerian PU Targetkan 1.606 Unit Huntara di Aceh-Tapanuli Rampung Sebelum Ramadhan
-
RDMP Balikpapan Alami Hambatan, Bahlil Tuding Ada Pihak Tak Suka RI Swasembada Energi
-
Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas
-
Bahlil: Hanya Prabowo dan Soeharto Presiden yang Resmikan Kilang Minyak