Suara.com - Di tengah pesatnya laju ekonomi modern, peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menggerakkan perekonomian lokal seringkali luput dari perhatian.
Namun, di Kota Padang, Sumatra Barat, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Padang, membuktikan komitmennya dengan sukses menggairahkan roda ekonomi masyarakat melalui pendampingan usaha budi daya jamur tiram di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Berawal dari tingginya konsumsi jamur tiram di Kota Padang yang membuka prospek bisnis menjanjikan, Sekolah Perempuan bersama Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Forum Nagari Baringin berinisiatif merintis usaha budi daya jamur tiram. Inisiatif lokal ini kemudian mendapatkan angin segar dengan adanya pendampingan dan bantuan dari SIG.
Dengan pendampingan dan bantuan dari SIG melalui anak usahanya, PT Semen Padang, usaha ini pun terus berkembang dan mampu memproduksi 3-7 kilogram (kg) jamur tiram per hari.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh PT Semen Padang tidak hanya membantu rintisan usaha baru, namun secara khusus mendukung pemberdayaan perempuan untuk membantu ekonomi keluarga.
“Salah satu fokus SIG dalam keberlanjutan adalah menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif dan tepat sasaran, sehingga memberikan dampak positif yang optimal dan berkelanjutan," kata Vita, Rabu (16/7/2025).
Vita menegaskan bahwa perkembangan budi daya jamur tiram ini menjadi kontribusi nyata SIG Group dalam memberikan solusi ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Pengelola UEP Jamur Tiram Sekolah Perempuan, Tin Suarni mengatakan, tingginya permintaan jamur tiram di Kelurahan Baringin dan daerah lainnya di Kota Padang melatarbelakangi upaya merintis budidaya jamur tiram. ”Bak gayung bersambut, ide ini mendapat dukungan dari PT Semen Padang berupa fasilitas pendukung dan pendampingan, yang menjadi fondasi awal kesuksesan program ini,” ungkap Tin Suarni.
Budi daya jamur tiram dimulai pada September 2024 bermodalkan bantuan dari PT Semen Padang mulai dari bibit, media tanam, oven, pondok budidaya dan perlengkapan pendukung lainnya. Tin Suarni menceritakan bahwa berawal dari 1.000 media tanam, kini budidaya jamur tiramnya sudah berkembang menjadi 3.000 media tanam dan bisa memanen 3 kg hingga 5 kg jamur tiram per hari, bahkan pernah mencapai panen tertinggi sebanyak 7 kg per hari.
Baca Juga: 30 Daftar Wamen Rangkap Jabatan Komisaris, Ada Fahri Hamzah Hingga Taufik Hidayat
Selain memanen jamur mentah untuk bahan baku olahan, kelompok usaha ini juga melayani pesanan berupa makanan jadi, seperti keripik dan rendang jamur tiram. Ke depan, Tin Suarni berharap Baringin dapat menjadi pusat budi daya jamur tiram di Padang. Selain kondisi cuacanya yang cocok, budidaya jamur tiram juga memiliki potensi ekonomi yang bagus, apalagi saat ini harga jualnya mencapai Rp25 ribu per kg.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
OJK Kembalikan Dana Korban Scam, Nilainya Tembus Rp161 Miliar
-
Harga Emas Antam Akhirnya Turun Jadi Rp 2.790.000/Gram
-
Bulog Lepas Status BUMN, Dilebur Jadi Satu dengan Bapanas
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.908
-
ADHI Selesaikan Jembatan Darurat di Bireun Aceh, Aktivitas Ekonomi Kembali Jalan
-
Emas Antam Turun Harga di Logam Mulia, Tak Mampu Tembus Rekor Tertinggi
-
IHSG Bangkit di Awal Perdagangan Kamis ke Level 9.052, Tapi Rawan Koreksi
-
Indonesia Hadapi Kesenjangan Adopsi AI: 93% Profesional Terpapar, Namun Organisasi Belum Siap
-
Prabowo Kenalkan Prabowonomics di Hadapan Pemimpin Dunia, Apa Itu?
-
QRIS Segera Digunakan di China dan Korsel, India Bakal Menyusul