Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona hijau hingga akhir perdagangan Kamis, 17 Juli 2025, didorong sentimen Tarif Trump.
Mengutip data RTI Business, IHSG terus nangkring di zona hijau sepanjang perdagangan ke level 7.287 atau naik 95,00 poin, secara presentase naik 1,32 persen.
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 24,37 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 14,29 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,60 juta kali.
Dalam perdagangan di hari ini, sebanyak 355 saham bergerak naik, sedangkan 234 saham mengalami penurunan, dan 217 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, OKAS, PEGE, MERI, NRCA, PTPS, ELIT, TOBA, ARCI, DOOH, BRPT, ISAT, BWPT, STRK, GIAA.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, MFIN, CSMI, OASA, INTP, KRAS, BKSL, IOTF, EAST, SMGR, CMNT, MINA, PTMP, AWAN, HATM, MAPA, ASPR, FILM.
Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia dalam riset hariannya, mengemukakan aksi beli investor terlihat cukup solid, terutama pada saham-saham teknologi yang mencatat lonjakan tertinggi antar sektor.
Sektor teknologi menjadi bintang utama hari ini dengan kenaikan tajam +7,22 persen, didorong oleh minat investor terhadap emiten digital dan telekomunikasi. Di sisi lain, sektor property & real estate menjadi satu-satunya yang melemah tipis -0,25 persen.
Penguatan IHSG juga tercermin pada pergerakan indeks LQ45 yang turut mencatat tren positif. Saham-saham seperti Barito Pacific (BRPT), Indosat (ISAT), Charoen Pokphand (CPIN), Sumber Alfaria (AMRT), dan Telkom (TLKM) menjadi pendorong utama penguatan indeks. Sementara saham-saham seperti Semen Gresik (SMGR), MAP Aktif (MAPA), Vale Indonesia (INCO), Bank Tabungan Negara (BBTN), dan Amman Mineral (AMMN) terpantau melemah.
Baca Juga: RI Bakal Borong Gandum AS Pasca Kesepakatan Tarif 19 Persen
Secara global, bursa Asia cenderung menguat mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membantah rumor mengenai pemecatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Pernyataan ini meredam kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.
Trump juga mengumumkan akan mengirimkan pemberitahuan tarif dasar kepada lebih dari 150 negara kecil, sementara mitra dagang utama seperti Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan telah menerima pemberitahuan lebih awal terkait rencana penerapan tarif menjelang 1 Agustus.
Di Jepang, pelaku pasar mencermati data perdagangan terbaru yang menunjukkan penurunan ekspor ke AS dan China, namun diimbangi lonjakan ekspor ke Uni Eropa, ASEAN, dan Rusia. Meski demikian, investor tetap berhati-hati menjelang pemilihan Upper House (majelis tinggi) Jepang.
Sementara itu, di China, perhatian tertuju pada keputusan suku bunga pinjaman acuan dari Bank Sentral China (PBOC) yang akan diumumkan akhir pekan ini. Konsensus pasar saat ini memperkirakan suku bunga akan dipertahankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar