Suara.com - Dalam ajang utama SAP NOW AI Tour Southeast Asia, SAP SE (NYSE: SAP) mengumumkan bahwa Kawan Lama Group—konglomerasi multisektor resmi memulai transformasi besar dengan mengimplementasikan RISE with SAP.
Program transformasi menyeluruh ini dirancang untuk membantu perusahaan beralih ke sistem ERP berbasis cloud serta solusi inti SAP lainnya guna memodernisasi operasi bisnis ritel dan manufaktur yang terus berkembang.
Dengan jaringan lebih dari 1.200 toko dan 30 lebih merek, termasuk AZKO, INFORMA, Toy’s Kingdom, Pet Kingdom, Krisbow, dan Chatime, Kawan Lama Group melayani jutaan pelanggan di seluruh Indonesia.
Pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir—yang ditandai oleh ekspansi ritel yang agresif, masuk ke sektor makanan dan minuman, serta strategi rebranding—membawa tantangan operasional yang makin kompleks, termasuk terjadinya fragmentasi data yang menghambat visibilitas dan kelincahan bisnis.
Sistem ERP lama yang telah digunakan selama lebih dari satu dekade dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan bisnis yang terus berkembang. Setiap kali membuka outlet baru, perusahaan perlu melakukan konfigurasi sistem yang memakan waktu dan bergantung pada proses manual yang panjang.
Untuk mewujudkan ambisinya—termasuk memproduksi secara in-house, mengurangi ketergantungan impor, serta menghadirkan layanan yang lebih cepat dan personal di berbagai kanal—Kawan Lama membutuhkan fondasi digital yang lebih skalabel.
Dengan mengaplikasikan RISE with SAP, Kawan Lama kini membangun sistem digital terpadu, yang menghubungkan seluruh fungsi bisnis dan menghapus sekat-sekat data yang selama ini menghambat kolaborasi.
Platform ERP berbasis cloud ini menyederhanakan proses operasional, memusatkan data antar unit bisnis, dan memperkuat strategi pertumbuhan omnichannel di seluruh Indonesia.
“Kami tumbuh dengan sangat cepat dan menyadari bahwa sistem kami harus mampu mengikuti laju tersebut. SAP memberi kami solusi untuk beroperasi secara lebih efisien, berkembang lebih cepat, dan melayani pelanggan dengan lebih baik,” ujar Renaldi Tjahaya, Chief Information Officer, Kawan Lama Group ditulis Rabu (30/7/2025).
Baca Juga: Diperiksa KPK 8 Jam Soal Pengadaan Google Cloud, Eks Stafsus Nadiem Malah Minta Maaf, Kenapa?
Implementasi ini telah memungkinkan tim di lapangan untuk mengakses inventaris secara real-time antar outlet—sehingga staf dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih cepat, bahkan untuk produk yang tidak terlihat di rak.
Sebelumnya, banyak pelanggan harus menunggu berhari-hari karena minimnya visibilitas stok di sistem backend—padahal barang tersedia di gudang.
Kawan Lama juga tengah mempersiapkan langkah strategis berikutnya, yakni memperkuat rantai pasok dan lini manufaktur.
Dengan mendigitalkan proses utama di sektor ritel dan produksi, grup ini menargetkan peningkatan akurasi peramalan, pengurangan risiko kekosongan stok, serta peluncuran strategi promosi yang lebih cerdas untuk membangun loyalitas dan mendorong kunjungan ulang pelanggan.
“Transformasi Kawan Lama lewat RISE with SAP adalah langkah penting dalam perjalanan mereka menjadi perusahaan yang cerdas dan siap menghadapi masa depan,” ujar Andreas Diantoro, Managing Director, SAP Indonesia.
“Dengan mengadopsi solusi ini, Kawan Lama dapat menyederhanakan operasional, meningkatkan kelincahan, serta mendapatkan wawasan yang dibutuhkan untuk berinovasi dan tetap fokus pada pelanggan. Langkah strategis ini memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin di industri ritel yang dinamis.”
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri
-
Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah
-
Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?