Suara.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal kedua (Q2) 2025 dinilai belum tinggi.
Kepala Ekonom Indonesia dan India, HSBC Global Research Pranjul Bhandari mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi namun belum mengurangi kesenjangan di masyarakat.
"Itu tidak cukup baik karena kita melihat kesenjangan output terus negatif. Kita menginginkan pertumbuhan yang lebih tinggi atau lebih lama agar kesenjangan output ini tertutup," katanya dalam paparannya secara virtual, Jumat (8/8/2025).
Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal Juni yang kuat merupakan awal yang baik. Tetapi, itu belum bisa menjadi tambahan membuat ekonomi Indonesia membaik.
Sebab, perlunya dorongan dalam meningkatkan investasi dalam menciptakan lapangan kerja .
"Kita membutuhkan angka yang lebih tinggi lagi dalam beberapa kuartal mendatang. Yang benar-benar kita butuhkan adalah peningkatan investasi korporasi, karena hanya ketika investasi korporasi meningkat, kapasitas ekonomi untuk tumbuh dan menciptakan lapangan kerja dengan upah tinggi akan meningkat," jelasnya.
Dia pun menilai Bank Indonesia yang telah menurunkan suku bunga sebesar 100 basis poin dalam beberapa kuartal terakhir adalah kebijakan tepat. Hal ini bisa mendorong peningkatkan kualitas kredit di perbankan.
"Kami merasa suku bunga dapat diturunkan lebih lanjut sekitar 75 basis poin selama dua hingga tiga kuartal ke depan, menjadikan ini siklus penurunan suku bunga yang mendalam. Mengapa ini penting? Ini penting karena ketika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, dampaknya akan diteruskan ke sejumlah suku bunga lain, misalnya, suku bunga kredit, suku bunga deposito," jelasnya.
Tidak hanya itu, Head of Equity Strategy Asia Pacific HSBC Global Research Herald van der Linde menilai ekonomi Indonesia sudah menunjukkan perbaikan. Hal itu terlihat dengan pergerakan harga saham gabungan yang menunjukkan pemulihan.
Baca Juga: Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen, Dua Mesin Ekonomi Harus Berfungsi dengan Seimbang
"Kami senang melihat bahwa sebenarnya sejak dua bulan terakhir, Indonesia telah menunjukkan kinerja yang sangat kuat. Lonjakan pada IHSG yang telah kita lihat, karena ini cukup menarik," bebernya.
Berita Terkait
-
Dukung Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Timur, Brantas Abipraya Kebut Proyek Tol Probowangi
-
IMF Ramal Ekonomi RI Bakal Membaik Tembus 4,8 Persen
-
PHK 'Makin Gila', Kemiskinan Mengancam RI Akibat Ekonomi Melambat!
-
Mau Pangkas Suku Bunga Lagi, BI : Tunggu Tanggal Mainnya
-
Huru-hara Global Bikin Ekonomi RI Suram
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada