Suara.com - Pemerintah melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) terus mengejar angka penurunan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan menjadi 0% di 2029. Membangun kemandirian ekonomi menjadi strategi Pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Pembentukan 80.000 koperasi Desa Merah Putih menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem. Sebab, koperasi menerapkan prinsip gotong royong, kekeluargaan dan partisipasi bersama.
Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, menyampaikan bahwa pendirian Koperasi Desa Merah Putih bertujuan memotong rantai pasok distribusi yang merugikan masyarakat. Program ini menyasar kelompok rentan, seperti petani, peternak, nelayan, buruh tani, pelaku UMKM lokal, perempuan, serta generasi muda desa. Mereka tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama yang dilibatkan melalui musyawarah desa khusus (musdesus) untuk merancang model koperasi yang selaras dengan karakter dan potensi lokal.
"Bapak Presiden (Prabowo Subianto-red) ingin transformasi rantai pasok nasional. Karena rantai pasok yang tidak adil yang menyebabkan ketimpangan ekonomi. Seringkali produksi petani harganya tinggi, tapi justru tidak dinikmati keuntungannya oleh petani. Yang ingin diperkenalkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto adalah aliran barang ddari hulu ke hilir lancar, keuntungannya lancar pada rakyat yang memproduksi," ujarnya dalam Konferensi Pers progres Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantornya pada Kamis, (14/8/2025).
Lebih jauh Budi menjelaskan segudang manfaat dari program Koperasi Desa Merah Putih. Kata dia, bagi masyarakat desa, Koperasi Desa Merah Putih memberikan akses kebutuhan pokok, mulai dari beras, minyak goreng, LPG, pupuk, hingga obat-obatan dengan harga terjangkau. Sementara bagi penjual lokal, koperasi menjadi sarana untuk memasarkan hasil pertanian dengan harga yang lebih adil dan stabil. Adapun bagi anggota koperasi dan pemerintah daerah, model bisnis ini membuka peluang penyaluran produk keuangan dan subsidi secara langsung, efisien, serta transparan.
Skema simpan-pinjam berbasis komunitas ini turut membantu masyarakat terbebas dari pinjaman daring ilegal dan praktik rentenir, sekaligus menjadi wujud nyata upaya antikorupsi serta pencegahan eksploitasi keuangan di tingkat akar rumput.
"Bank Emok itu yang kredit-kredit liar yang kalau pagi-pagi kalau subuh sudah mau ke rumah dan mereka bunganya itu gila-gilaan. Nanti Koperasi Desa Merah Putih ini akan memberikan kredit lebih murah tanpa agunan. sehingga masyarakat kecil yang mau usaha tidak terjerat oleh kredit bunga tinggi," timpal Wakil Kepala BP Taskin, Naniek S Deyang.
Selain itu, program ini menciptakan lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya wirausaha desa, memperkuat penyerapan produk lokal, dan mempercepat perputaran ekonomi di wilayah pedesaan.
Budi menambahkan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja desa, mendukung pengembangan UMKM lokal yang ujungnya mengurangi kemiskinan. Program ini diyakini menjadi wujud nyata dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni menggerakkan ekonomi lokal berbasis koperasi.
Dalam kesempatan tersebut, Budi mengibaratkan pengentasan kemiskinan ekstrem ala pemerintah Prabowo-Gibran bagai pelatih sepakbola yang menyiapkan timnya untuk menang di pertandingan. Di mana, bukan hanya membentuk Koperasi Merah Putih, namun juga menghadirkan program lainnya yang terintegrasi seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Tujuan dari semua program itu adalah agar masyarakat memiliki kesehatan, pendidikan, dan keterampilan yang memadai untuk meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.***
Baca Juga: Berdikari Bakal Pasok Daging Sapi dan Kerbau untuk 80 Ribu Kopdes Merah Putih
Berita Terkait
-
PCO Sebut Presiden Merasa Kabinet Sudah Solid Dan Bantah Isu Resuffle
-
Profil Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti yang Jadi Sorotan Soal Beda Data Kemiskinan
-
PCO Sebut Pelonggaran TKDN Justru Buat Indonesia Banjir Investasi
-
Data BPS: 1,18 Juta Penduduk Keluar dari Kemiskinan Ekstrem dalam Setahun
-
Koperasi Merah Putih: Antara Harapan dan Ancaman Pemborosan Dana Rakyat
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
Terkini
-
Grab Siapkan Dana Jumbo untuk Bonus Hari Raya Jelang Lebaran 2026
-
BEI Akan Terbitkan Daftar Saham yang Pemiliknya Terkonsentrasi
-
Produksi Migas Digenjot, SKK Migas Siapkan 100 Sumur Eksplorasi di 2026
-
Pengidap Autoimun Ini Ubah Tanaman Herbal Jadi Ladang Cuan, Omzet Tembus Ratusan Juta
-
Pasca Danantara, Akademisi Soroti Risiko Hilangnya Karakter Publik BUMN
-
Dari 45.000 Sumur Rakyat, Baru 1 UMKM yang Berhasil Produksi Minyak
-
Dapat Arahan Prabowo, Bahlil Ungkap Izin Tambang Emas Martabe Belum Dicabut
-
Layanan Pelabuhan Dikeluhkan, Pengusaha Minta Pemerintah Turun Tangan
-
Resmi! BEI Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Direktur Utama, Jamin Transparansi Saham RI
-
Purbaya: Kita Negara Maritim Tapi Kapal Beli dari Luar