Suara.com - PT SUCOFINDO (Persero) kembali menyampaikan lowongan kerja atau pengembangan sumber daya manusia dengan mengumumkan pembukaan Future Leader Program (FLP) 2025.
Program ini dirancang untuk menjaring dan mengasah talenta muda terbaik di Indonesia, guna mencetak calon-calon pemimpin yang berintegritas dan visioner.
Dikutip dari situs resmi perusahaan, program ini menjadi jembatan bagi para profesional muda untuk mendapatkan pembekalan intensif.
Peserta yang lolos seleksi akan memiliki kesempatan emas untuk berkarier dan berkontribusi secara langsung dalam membawa inovasi di berbagai wilayah kerja SUCOFINDO, demi kemajuan industri nasional.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai persyaratan dan ketentuan pendaftaran FLP 2025 SUCOFINDO.
Kriteria dan Persyaratan Peserta
Persyaratan Umum:
Warga Negara Indonesia.
Lulusan S1 dengan IPK minimal 3,25 dari skala 4,00.
Baca Juga: Geger! 28 Ribu Karyawan BUMN Kecipratan Bansos, DPR Meradang!
Memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif yang dibuktikan dengan sertifikat TOEFL minimal 450, yang masih berlaku hingga 1 Oktober 2025.
Bersedia terikat ikatan dinas selama 5 tahun setelah menyelesaikan program.
Bersedia ditempatkan di seluruh lokasi kerja PT SUCOFINDO (Persero).
Memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang baik, serta bebas dari narkoba.
Tidak menjadi anggota partai politik.
Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari pekerjaan di instansi manapun.
Berita Terkait
-
Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI
-
Dirut BUMN Inhutani V Resmi Pakai Rompi KPK, Diduga Jual Izin Hutan Negara
-
Finnet Dianugerahi Excellence in Digital Banking Turnaround dalam InvestorTrust BUMN Awards 2025
-
PK Tak Hentikan Eksekusi: Kenapa Komisaris BUMN Terpidana Silfester Matutina masih Melenggang Bebas?
-
Mundur demi Harga Diri: Langkah Joao Mota Bongkar Masalah Kronis BUMN
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari