Suara.com - Media sosial kembali gaduh. Kali ini, jagat maya dihebohkan dengan beredarnya foto uang pecahan Rp250 ribu yang disebut-sebut dirilis khusus untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-80 tahun 2025.
Uang berwarna merah terang itu terlihat mirip pecahan Rp100 ribu, dengan gambar wajah seseorang, bendera Merah Putih, hingga Candi Borobudur.
Namun, benarkah uang tersebut asli keluaran Bank Indonesia? Berikut cek faktanya:
1. Uang Baru Pecahan Rp250 Ribu untuk HUT RI ke-80
Unggahan yang viral memperlihatkan selembar uang kertas berwarna merah menyala.
Tertulis jelas nominal Rp250.000 dengan tahun emisi 2025. Narasi yang menyertainya menyebut uang tersebut akan diedarkan Bank Indonesia sebagai edisi khusus HUT RI ke-80.
Namun, klaim ini langsung memancing perdebatan. Publik bertanya-tanya benarkah pemerintah meluncurkan pecahan baru dengan nilai sebesar itu?
2. Tertulis Bank Republik Nusantara Bukan Bank Indonesia
Satu hal yang paling janggal dari uang viral itu adalah tulisan di sisi depan. Bukan Bank Indonesia melainkan Bank Republik Nusantara.
Baca Juga: Viral Potret Kontras Gaya Hidup Pejabat dan Rakyat Jelata yang Bikin Miris
Padahal, sesuai Undang-Undang Mata Uang, satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan rupiah adalah Bank Indonesia.
Jadi, kemunculan nama bank fiktif jelas menjadi tanda bahwa uang tersebut tidak asli.
3. Konfirmasi Perum Peruri
Head of Corporate Secretary Perum Peruri, Adi Sunardi, langsung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pecahan Rp250 ribu tidak pernah dicetak oleh Peruri.
Hingga saat ini, pecahan terbesar rupiah adalah Rp100 ribu dengan tahun emisi 2022.
4. Uang Rupiah Resmi Terbaru
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Klaim Indonesia Turunkan Pasukan Khusus ke Kamboja
-
CEK FAKTA: Heboh Sri Mulyani Dituduh Sebut Guru Beban Negara, Ini Isi Pidato Asli yang Dipelintir
-
Ulasan Buku Make It Happen, Now! Panduan Perencanaan Finansial Keluarga
-
CEK FAKTA: Benarkah Speed Nozzle SPBU Pengaruhi Akurasi Takaran BBM?
-
CEK FAKTA: Benarkah Harus Daftar Rekening Aktif agar Tak Diblokir PPATK?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari