Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui memang ada fenomena makan tabungan yang terjadi pada masyarakat Indonesia.
Fenomena ini, yang terjadi pada kelompok masyarakat dengan tabungan di bawah 100 juta, memantik pertanyaan apakah orang Indonesia semakin miskin?
Fenomena makan tabungan merujuk pada situasi di mana seseorang terpaksa menggunakan uang tabungannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan ada beberapa tren memprihatinkan di Indonesia kiwari.
Itu termasuk di antaranya perlambatan pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp 100 juta, dan kontraksi pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp 1 juta.
"OJK bersama otoritas terkait dan pemerintah terus berkoordinasi dan memantau adanya tren penurunan tabungan masyarakat, seperti adanya perlambatan pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp100 juta, dan kontraksi pertumbuhan tabungan perseorangan di bawah Rp 1 juta," kata Dian dalam jawab tertulisnya, Rabu (20/8/2025).
Kata dia, perlu dilakukan analisis yang mendalam untuk memastikan apakah penurunan tersebut disebabkan oleh peningkatan konsumsi atau faktor lain seperti penurunan pendapatan.
"Tentunya perlu dipertimbangkan juga adanya dampak dari berbagai kebijakan dan bantuan sosial," lanjut Dian.
Meskipun demikian, Dian mengatakan kinerja perbankan masih terjaga baik ditopang oleh risiko kredit yang terjaga dan relatif rendah, likuiditas yang memadai serta permodalan yang kuat.
Baca Juga: OJK Rilis Aturan Keamanan Siber untuk Aset Kripto
Dia pun membeberkan untuk fungsi intermediasi perbankan berjalan baik dengan LDR berkisar 78 persen - 92 persen dengan didukung pertumbuhan kredit produktif yang didominasi sektor Perdagangan dan Pengolahan serta peningkatan DPK yang didorong oleh giro oleh korporasi.
Pada bulan Juni 2025, tabungan tercatat meningkat (ytd) setelah mengalami kontraksi hingga Mei 2025.
Bank diharapkan terus memperkuat dan menjaga tingkat likuiditasnya. Bank juga dapat berperan aktif dalam menawarkan berbagai produk DPK dan bentuk investasi yang lebih menarik bagi masyarakat.
Selain itu, sebagai bentuk perlindungan konsumen Bank juga diharapkan ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan dengan menyeimbangkan antara penghasilan dan pengeluaran serta menekankan pentingnya tabungan untuk mengantisipasi kebutuhan yang mendesak dan untuk berjaga-jaga.
Berita Terkait
-
23 Bank Sudah Bangkrut di Indonesia, Ini Daftarnya
-
Bangkrut, OJK Cabut Izin Usaha BPR Disky Surya Jaya di Sumut
-
Bapak-bapak Kesepian dan Perempuan Lajang Jadi Target Penipuan Love Scam
-
Siap-siap, Pelaku Usaha Keuangan Ilegal Bakal Kena Denda Rp 1 Triliun
-
Pecah Rekor, Penipuan Sektor Keuangan di Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Tetangga
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam