Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan banyaknya laporan atau pengaduan mengenai penipuan pada sektor jasa keuangan. Hal ini tentu meresahkan bagi masyarakat yang terus mengalami kejahatan di sektor jasa keuangan.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa sebanyak 700 laporan yang diterima mengenai kejahatan sektor jasa keuangan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan negara tetangga.
"Setiap harinya rata-rata 700 sampai 800 aduan sehari. Laporan masuk jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain seperti Singapura dengan aduan 140, Hong Kong 124 aduan dan Malaysia yang mendapatkan aduan 130," kata Friderica di Acara Indonesia Anti Scam Center, Selasa (19/8/2025).
Dia pun melanjutkan OJK sudah menutup 72.145 rekening dari aduan yang diterima. Adapun, total kerugian yang didapatkan bisa mencapai Rp4,6 triliun
"Angka kerugian Indonesia yang diterima Rp4,6 triliun dari scam . Lalu jumlah rekening yang sudah diblokir sebanyak 72.145," kata dia.
Tidak hanya itu, OJK juga sudah menutup 1.840 entitas ilegal yang merugikan masyarakat. Termasuk mengenai pinjama online (pinjol) maupun investasi yang ilegal.
"1840 entitas ilegal berupa pinjol dan investasi ilegal yang meresahkan. Penutupan ini di sejumlah situs/aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat. Kita berikan sanksi ini bisa OJK bersama-sama kegiatan penangan usaha lima sampe 10 tahun penjara," bebernya.
Dia pun menambahkan agar masyarakat didorong melek mengenai jasa keuangan.
Hal ini agar bisa mengurangi kejahatan keuangan yang selalu mengincar masyarakat yang tidak paham mengenai keuangan.
Baca Juga: OJK Geram: Galbay Pinjol? Siap-Siap Susah Hidup!
"Perbankan dan pasar modal dimana fintech Indonesia melindungi masyarakat dari akses yang kita bukan dari digitalisasi dan kita supaya tidak menjadi korban dari scammer," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran