Suara.com - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatatkan berita kurang menyenangkan di kuartal II 2025. NPI tercatat defisit hingga US$6,7 miliar atau setara dengan sekitar Rp109 triliun (kurs Rp16.271/US$), meskipun Bank Indonesia (BI) menilai kondisinya masih terkendali.
Defisit ini terjadi akibat kombinasi defisit transaksi berjalan dan defisit transaksi modal dan finansial.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan, menjelaskan bahwa defisit ini muncul di tengah perlambatan ekonomi global dan tekanan pada harga komoditas. "Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan II 2025 mencatat defisit 6,7 miliar dolar AS," terang Junanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/8/2025).
Junanto merinci, defisit utama datang dari transaksi berjalan yang mencapai US$3 miliar (sekitar 0,8% dari PDB). Angka ini meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya defisit US$0,2 miliar.
Meskipun demikian, ada secercah harapan. Neraca perdagangan nonmigas tetap mencatat surplus, meski trennya menurun seiring dengan perlambatan ekonomi global. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas justru menurun berkat harga minyak global yang lebih rendah.
Di sisi lain, defisit neraca pendapatan primer meningkat karena pembayaran dividen dan kupon, sesuai dengan pola kuartalan. Namun, hal itu sedikit tertolong oleh surplus neraca pendapatan sekunder yang naik berkat kenaikan hibah dan remitansi dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
Selain transaksi berjalan, transaksi modal dan finansial juga mencatat defisit sebesar US$5,2 miliar. Ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih sangat tinggi.
Junanto menyoroti, investasi langsung (FDI) membukukan peningkatan surplus, yang menunjukkan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik. Namun, sentimen ini tidak menular ke investasi portofolio yang justru mencatat defisit.
"Investasi portofolio mencatat defisit terutama didorong oleh aliran keluar modal asing dalam bentuk surat utang domestik," jelasnya, mengindikasikan bahwa investor asing mulai menarik dananya dari SBN di tengah volatilitas global.
Baca Juga: Perluas Akses Rupiah ke Seluruh Negeri, Pegadaian Raih Apresiasi dari Bank Indonesia
Meskipun NPI defisit, Junanto memastikan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia tetap tinggi, mencapai US$152,6 miliar pada akhir Juni 2025. Jumlah ini setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional.
Ke depan, BI akan terus mencermati dinamika ekonomi global dan memperkuat bauran kebijakannya. BI optimis NPI 2025 akan tetap sehat, ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang rendah, di kisaran 0,5% sampai 1,3% dari PDB. Optimisme ini didasarkan pada prospek ekonomi domestik yang tetap baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
Klaim Swasembada Dibayangi Risiko, Pengamat Ingatkan Potensi Penurunan Produksi Beras
-
Penyaluran Beras SPHP Diperpanjang hingga Akhir Januari 2026
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Produksi Beras Pecah Rekor Tertinggi, Pengamat: Berkah Alam, Bukan Produktivitas
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran