Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mookervart di Jalan Masjid Hasyim Asyhari, Daan Mogot, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (9/5/2024).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan cakupan layanan air bersih di wilayah Jakarta bisa tercapai 100% pada 2029, setahun lebih cepat dari yang direncanakan sebelumnya. Untuk itu, Pramono mendorong Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya mempercepat penambahan sambungan rumah (SR) di seluruh wilayah Ibu Kota.
“Saya minta pada Pak Dirut agar melakukan perbaikan-perbaikan karena air ini sangat strategis. Maka diharapkan pada 2029 cakupan air bersih di Jakarta bisa 100 persen terpenuhi. Semoga PAM Jaya dapat terus berinovasi mewujudkan komitmennya melayani warga Jakarta demi kualitas hidup lebih baik,” katanya.
Pramono juga mengapresiasi inovasi PAM Jaya dalam menghadirkan teknologi pengolahan air berkualitas seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mookervart di Daan Mogot, Jakarta Barat.
“Dari air yang gelap dan hitam dari waduk itu, kemudian diproses di atas hingga akhirnya benar-benar bisa diminum. Saya meminta kepada Pak Dirut agar cakupan air bersih di Jakarta terus ditingkatkan dengan cara-cara seperti ini, khususnya di kawasan padat penduduk,” ujar Pramono dalam keterangannya, dikutip Kamis (21/8/2025).
IPA Mookervart menggunakan teknologi Moving Bed Bio Reactor (MBBR) untuk mengolah polutan organik dan amonia. Air diproses dengan ultra filtration dan reverse osmosis (RO) untuk memisahkan partikel berbahaya hingga menghasilkan air layak minum. Pramono menyebut inovasi ini penting untuk mempercepat pemerataan akses air perpipaan di Jakarta.
Sejak mengambil alih pengelolaan layanan air minum perpipaan dari dua mitra swasta pada 2023, PAM Jaya terus menunjukkan lonjakan kinerja yang signifikan. Jumlah sambungan rumah baru tercatat sebanyak 95.699 unit hanya dalam kurun awal 2023 hingga pertengahan 2025. Angka ini naik lebih dari 2,5 kali lipat dibanding capaian dua tahun sebelumnya. Hingga pertengahan 2025, cakupan layanan air minum perpipaan PAM Jaya sudah mencapai 72,69%. Distribusi ini mencakup wilayah baru di Jakarta Timur, Utara, Selatan, hingga Pusat.
Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menyebut peningkatan ini tak lepas dari orientasi baru perusahaan sebagai layanan publik murni.
“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa PAM JAYA mampu menghadirkan lompatan percepatan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. PAM JAYA terus berkomitmen memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan dan mewujudkan target 100 persen cakupan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029,” ungkap Arief.
Baca Juga: Musik, Budaya, dan UMKM Binaan Tersaji Apik di Konser HUT ke-80 RI Freeport Indonesia
Menurutnya, perluasan layanan juga didukung dengan penambahan jaringan pipa distribusi dari 12.120 kilometer pada 2022 menjadi 12.600 kilometer per Juni 2025. Kapasitas produksi air pun naik dari 20.757 liter per detik menjadi 22.651 liter per detik.
Capaian ini menjadi bukti nyata PAM JAYA mampu menghadirkan lompatan percepatan layanan yang berdampak langsung bagi masyarakat. PAM JAYA berkomitmen terus memperluas akses, meningkatkan kualitas layanan, serta mewujudkan target 100% cakupan air minum perpipaan di Jakarta pada 2029.
Dukungan datang dari DPRD DKI Jakarta. Sekretaris Komisi C, Suhud Alynudin, menegaskan, pihaknya mendukung penuh langkah yang diambil Pemprov dan PAM Jaya. “Nah, kami di sini tentu saja menyambut dan mendukung kebijakan itu,” tuturnya.
Menurut Suhud, percepatan pembangunan infrastruktur air sangat penting, khususnya di wilayah barat Jakarta. Ia juga menyoroti peran IPA Buaran III di Jakarta Timur berkapasitas 3.000 liter per detik sebagai penopang utama pasokan air bersih.
Tentang rencana PAM Jaya melantai di bursa, Suhud mengingatkan, harus dibarengi dengan profesionalisme. “Proses ke arah itu harus dilakukan walaupun masih agak jauh. Karena kan harus mengubah perusahaannya jadi Perseroda,” tandasnya.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, berpesan kepada masyarakat agar ikut menjaga jaringan perpipaan air bersih. “Masyarakat jangan malah merusak. Tanggung jawab menjaga aset juga tanggung jawab masyarakat,” lanjutnya.
Berita Terkait
-
Musik, Budaya, dan UMKM Binaan Tersaji Apik di Konser HUT ke-80 RI Freeport Indonesia
-
Mendagri dan Kadin Bahas Pemberdayaan UMKM untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Perjalanan UMKM Susu Mbok Darmi dan Ayam Bang Dava Mengangkat Cita Rasa Indonesia Lewat ShopeeFood
-
Dari Dapur Rumah ke Etalase Bandara, Ini Kisah Sukses UMKM Bersama Rumah BUMN Binaan BRI
-
Pertamina Bina UMKM DDistillers, Ubah Lahan Kritis Jadi Lapangan Kerja bagi Ribuan Warga Desa
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai